43,5 Ton Paket Bantuan Pangan Siap Didistribusikan di 14 Titik di Kalbar

"Cuma untuk urgensi ini yang presiden arahkan sampai akhir tahun, kami diminta menyiapkan paket bansos pangannya. Nah seluruh wilayah kabupaten kota d

Penulis: Maskartini | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero (dua dari kanan) ikut serta packing bantuan pangan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar siap mendistribusikan bantuan pangan di 14 titik di Kalbar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero mengatakan hal tersebut sesuai arahan presiden dan gerakan nasional pengendalian inflasi sebagai upaya pengendalian inflasi dan mitigasi inflasi di Kalbar.

"Seluruh wilayah di provinsi di Indonesia diarahkan untuk bergerak dalam pengendalian inflasi. Dampak inflasi tidak baik untuk pertumbuhan ekonomi. Pemerintah provinsi melalui pak gubernur memilih dua program utama, operasi pasar dan bantuan sosial untuk penebalan jaringan sosial," ujar Hero, Kamis 22 September 2022.

Untuk operasi pasar sesuai dengan tugas fungsinya kata Hero diamanahkan ke dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Kalbar meskipun Dinas Pangan Kalbar juga mempunyai tugas fungsi distribusi pangan, contohnya gelar pangan murah.

"Cuma untuk urgensi ini yang presiden arahkan sampai akhir tahun, kami diminta menyiapkan paket bansos pangannya. Nah seluruh wilayah kabupaten kota di Kalbar mendapat alokasi sesuai kemampuan pemerintah provinsi karena kan anggarannya menggunakan anggaran APBD provinsi," ujarnya.

Sutarmidji Dampingi Wapres RI Serahkan Bantuan Sosial di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat

Kabupaten juga kata Hero sebenarnya didorong kalau untuk bersinergi dengan provinsi dan pusat.

"Nah, untuk tahun ini kebetulan kita sudah menyiapkan sesuai anggaran kemampuan kita 15.000 hingga 20.000 paket yang tersebar di seluruh kabupaten kota. Nah, yang sudah itu di Kapuas dulu di Sintang, Melawi, Sekadau dan Sanggau" ujarnya.

Pendistribusian selanjutnya kata Hero akan start tanggal 23 September 2022 di wilayah Sambas.

"Tapi dalam menuju Sambas nanti karena rutenya sama, nanti pak Gubernur juga menyerahkan di Mempawah, Bengkayang dan Singkawang," ujarnya.

Total pembagian sejauh ini diakuinya ada 14 titik di Kalbar, sehingga banyak yang perlu disiapkan.

"Total yang kami siapkan untuk rute ini nanti tanggal 23 September 2022 itu 4.350 paket makanya bisa lihat suasana di kantor kami seperti gudang," ujarnya.

Untuk tahap berikutnya pendistribusian akan dilakukan di Landak, Kubu Raya, Ketapang dan Kayong.

"Totalnya nanti ada 15 ribuan paket, tapi Gubernur mengarahkan kita menyiapkan lebih dari itu, supaya nanti ada mungkin teridentifikasi masyarakat yang meskipun dia sebelumnya belum terdata tetapi karena dampak inflasi dan kenaikan BBM mereka akhirnya daya belinya menurun sehingga kita minta kabupaten khususnya kecamatan bisa mengidentifikasi masyarakat yang seperti itu yang nanti juga kita akan dukung untuk bantuan sosial ini," ujarnya.

Ia mengatakan nilai bansos setiap paket yang diberikan untuk satu keluarga ini kurang lebih Rp170 ribuan.

"Mudah-mudahan semuanya lancar, karena harapan kita melalui bansos bisa menekan permintaan di pasar. Jadi kalau belanja Rp170 ribu dari sebuah keluarga mungkin bisa seminggu, karena di dalamnya kan ada 5 kg beras, 2 kilo gula, 2 liter minyak goreng premium ada mie instan 10 bungkus, bawang 1/4 kg. Jadi paling tidak itu konsumsi seminggu lah ya," ujar Hero.

Jika permintaan menurun dengan bantuan beras, gula dan lainnya lantaran sudah diberikan bansos maka kata Hero, ada 20.000 keluarga yang tidak ada permintaannya pasar.

"Dengan permintaan pasar berkurang, harga bisa stabil atau bahkan turun karena permintaan jadi hukum ekonomi itu seperti itu," ujarnya.

Di sisi lain yang menjadi tanggung jawab dinas perdagangan kata dia juga gencar melakukan operasi pasar sehingga simultan. 

"Operasi pasar juga bisa menurunkan harga karena masyarakat pasti tergiring beli yang murah bukan beli yang mahal. Di sisi lain, kami mengurangi permintaan di pasar terbuka sehingga bisa menjamin stabilisasi harga. Konsepnya seperti itu, mudah-mudahan berhasil," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved