2 Tersangka Pembunuhan di Wajok Hulu Mempawah Dijerat Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasat Reskrim, Iptu Wendi Sulistiono, membenarkan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap MTS

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kasat Reskrim Polres Mempawah, Iptu Wendi Sulistiono bersama beberapa personel lainnya menunjukkan beberapa barang bukti kasus pembunuhan di Jalan Sungai Selamat Dalam, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang terjadi pada Selasa 20 September 2022 beberapa hari yang lalu, pada Konferensi Pers di Mapolres Mempawah, Kamis 22 September 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tim gabungan kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Jalan Sungai Selamat Dalam, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang terjadi pada Selasa 20 September 2022 beberapa hari yang lalu.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan olah TKP, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, serta satu lagi berstatus saksi.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasat Reskrim, Iptu Wendi Sulistiono, membenarkan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap MTS (Martinus), saat melakukan konferensi pers bersama awak media di Ruang Rupatama Polres Mempawah, Kamis 22 September 2022 sore.

Dijelaskan Kasat Reskrim, insiden pembunuhan ini berawal dari permasalahan lama soal tanah garapan.

Kementerian PUPR Bangun Penyediaan Air Baku di Sungai Kunyit Mempawah

“Korban MTS selama tiga tahun telah mempermasalahkan sebidang tanah yang digarap tersangka SPS dan HKS,” jelas Kasat.

Puncaknya kata Kasat Reskrim terjadi pada Selasa 20 September 2022 sekitar Pukul 17.30 WIB, ketika korban MTS mendatangi kediaman HKS untuk kembali memperjelas soal status tanah garapan itu.

Korban MTS tambah Iptu Wendi, beralasan, tanah yang digarap SPS dan HKS adalah miliknya.

Namun, SPS dan HKS berdalih bahwa, tanah yang mereka garap itu milik orang lain, dan keduanya diminta pemilik tanah yang sah untuk menggarapnya.

"Saat korban MTS datang ke rumah HKS, tiba-tiba disana terjadilah cekcok antara korban MTS dan istri HKS. Disaat terjadi cekcok tersebut datanglah SPS dan HKS dari kebun pada sore itu. Ketik itu cekcok berubah perkelahian dan MTS saat itu jatuh dipukul dengan pelepah sawit," terang Kasat Reskrim dalam konferensi persnya.

Tidak sampai disitu, disaat korban MTS tak berdaya, para tersangka kembali membacok MTS dengan senjata tajam menggunakan parang hingga kemudian korban meninggal dunia sekitar pukul 18.15 WIB.

"Usai cekcok yang berujung maut di depan kediaman HKS itu, kedua tersangka langsung melarikan diri ke rumah pihak keluarga mereka di Dusun Mambo, Desa Wajok Hulu, tak jauh dari tapal batas Kabupaten Mempawah-Kota Pontianak,” jelas Kasatreskrim.

Atas kejadian tersebut, pihak masyarakat yang mendengar informasi tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian, dan langsung ditindaklanjuti.

"Jadi saat itu kita bersama tim gabungan dari Resmob Polda Kalbar, Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak, Unit Reskrim Polsekta Pontianak Utara, Jatanras Satreskrim Polres Mempawah, dan Unit Reskrim Polsek Jongkat melakukan pengungkapan kasus. Karena lokasi tersebut hampir perbatasan dengan wilayah Kota Pontianak," terang Kasat Reskrim.

Tidak butuh lama, hanya hitungan jam para tersangka diciduk polisi, dan saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Polres Mempawah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dalam hitungan jam, yakni sekitar pukul 21.00 WIB, kedua tersangka berikut seorang saksi berhasil diamankan tim gabungan kepolisian di Dusun Mambo. Dan saat ini kedua tersangka tersebut sudah kita amankan di Polres Mempawah," ungkapnya.

"Untuk pasal yang kita sangkakan Pasal 338 sub Pasal 170 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved