Kadisdikporapar Sebut di Kabupaten Mempawah Tidak Ada Bangunan Sekolah yang Sengketa Lahan

"Memang beberapa sekolah ada yang lahannya wakaf atau hibah dan kita komunikasikan dengan ahli waris, responnya juga baik dan mendukung dengan banguna

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, El Zuratnam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, El Zuratnam, menyatakan, di Kabupaten Mempawah saat ini tidak ada lahan bangunan Sekolah yang bersengketa.

"Kalau untuk bangunan sekolah di Kabupaten Mempawah yang tanahnya masih sengeketa saat ini tidak ada. Hanya kita menyampaikan verifikasi saja ke ahli waris dan dapat diselesaikan dengan baik," ujarnya, Rabu 21 September 2022.

"Memang beberapa sekolah ada yang lahannya wakaf atau hibah dan kita komunikasikan dengan ahli waris, responnya juga baik dan mendukung dengan bangunan sekolah, hanya ada yang meminta komitmen bersama untuk sedikit diberikan akses untuk jalan," terangnya lagi.

Keluarga Besar Kerajaan Amantubillah Mempawah Lepaskan Puake di Sungai Sebukit Rama

El Zuratnam juga mengimbau kepada para Kepala Sekolah, agar segera mengurus surat maupun berkas berkenaan dengan warga yang telah menghibahkan tanahnya untuk bangunan sekolah.

"Maka saya juga mendesak Kepala Sekolah agar segera bagi masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya untuk segera dilanjutkan menyampaikan data tersebut ke Perkim untuk segera diproses status tanahnya," katanya.

Untuk antisipasi adanya sengketa lahan maupun penyegelan sekolah karena tanah masih sengketa, El Zuratnam juga meminta peran serta Kepala Sekolah agar sesegera mungkin menguruskan surat tanah bangunan sekolah tersebut.

"Bagi sekolah yang belum ada sertifikat tanahnya untuk segera kepala sekolah menyampaikan bukti bahwa sekolah tersebut ada hibah dan harus disampaikan ke Perkim. Kemudian bagi yang belum ada sertifikat hibah untuk segera berkomunikasi dengan ahli waris, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved