Lokal Populer

Pencarian Manual Korban Longsor PETI, Petugas Temukan Alat Tambang

Dandim Nyoman juga menuturkan pencarian manual hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa korban sudah tidak ada lagi dan memaksimalkan pencarian

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Pos SAR Sintete
Petugas gabungan melakukan pencarian korban longsor di lokasi diduga PETI di dekat Dusun Secepu, Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang. r di lokasi diduga PETI di dekat Dusun Secepu, Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Prajurit TNI AD dari kodim 1202/Skw yang tergabung dengan anggota Polres Bengkayang, Basarnas dan BPBD Bengkayang temukan alat pendulang dan mesin Dongfeng di lokasi tambang ilegal Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang saat dilakukan pencarian secara manual pada pencarian korban di hari terakhir pada Minggu 18 September 2022.

Komandan Kodim 1202/Singkawang Letkol Kav I Nyoman Artawan mengatakan pada hari Minggu kemarin, dirinya bersama tim gabungan Polres Bengkayang, Basarnas dan BPBD Bengkayang mencari korban tanah longsor dengan manual di lokasi PETI yang berbatasan wilayah Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang

"Kemarin dari pagi sampai sore, kita melakukan pencarian secara manual alat berat, tapi hasilnya nihil ditemukan korban baru, tapi kita temukan alat yang digunakan untuk mendulang dan mesin pompa atau yang biasa disebut dongfeng,"ungkapnya

Dan Dandim Nyoman juga menuturkan pencarian manual hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa korban sudah tidak ada lagi dan memaksimalkan pencarian

Masyarakat dan Legislator Pontianak Harap Pemkot Pengasaan dan Pemiliharaan Pohon yang Rindang

Tak hanya, terkait update korban meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor berjumlah 4 orang yakni Hermanus (41) warga Dsn. Benawa Bakti Rt/Rw : 007/002 Desa Monterado Kec. Monterado, Mianto alias Oot (24) warga dusun pakucing I, RT. 001/RW. 001 desa Gerantung Kec. Monterado kab. Bengkayang, Piko warga Ds. Sakataru, Sejaruk param Kec. Lembah Bawang, Kab Bengkayang dan Tumin warga Ds. Selakau Tua Kec. Selakau Timur, Kab Sambas.

"Kita meralat jumlah korban meninggal dunia yang kemarin di informasikan berjumlah 5 orang, karena kita mendapat informasi korban yang di duga meninggal dunia itu ternyata setelah di cek, korban sedang kritis karena cidera luka pada lengan tangan kanan hingga harus mendapatkan perawatan medis intensif dengan 28 jahitan dan kedua kaki terkilir, dan saat ini sudah rawat jalan di rumahnya di Selakau timur, dan jadi jumlah korban selamat berjumlah 9 orang," ungkap Dandim Singkawang.

"Untuk barang-barang yang ditemukan saat dilokasi peristiwa tanah longsor, saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk di lakukan penegakan hukum, kita dari TNI hanya memberikan dukungan kemanusiaan," pungkasnya.

Momen Penindakan PETI

Kepala Divisi Kajian dan Kampanye WALHI Kalbar Hendrikus Adam menilai insiden tanah longsor yang terjadi di lokasi PETI pertambangan liar jadi moment untuk melakukan penataan dan penindakan praktik pertambangan liar. 

"Peristiwa kecelakaan yang kerap terulang pada wilayah pertambangan selama ini mestinya dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan langkah serius untuk melakukan penataan dan penertiban praktik penambangan yang berpotensi menyebabkan kerusakan maupun sejumlah dampak buruk lainnya, " kata Hendrikus Adam saat dikonfirmasi pada hari Minggu, 18 September 2022.

Wilayah Pertambangan Rakyat Pilihan Solusi Bagi Masyarakat Untuk Atasi Praktik PETI

Menurutnya untuk memastikan adanya wilayah pertambangan rakyat perlu ditawarkan sebagai pilihan solusi bagi masyarakat, dengan tetap memastikan pembatasan perluasan ekstraksi pada wilayah-wilayah penting/lindung untuk tidak dieksploitasi.

"Ketidakjelasan pengaturan mengenai wilayah mana yang diperuntukan dan tidak akan tetap melahirkan dilema dan ketidakpastian. Karenanya, pemerintah perlu hadir memberikan keamanan, kenyamanan maupun perlindungan bagi lingkungan hidup," ujarnya. 

Adam juga mengatakan upaya pemerintah melalui aparatur dalam penindakan praktik pertambangan liar kurang serius. 

"Dalam hal ini upaya pemerintah melalui aparaturnya untuk melakukan penataan maupun penindakan praktik pertambangan liar selama ini sepertinya kurang serius," tegasnya. 

Adapun praktik pertambangan tanpa izin kerap menjadi penyebab rusaknya wilayah sekitar akibat ekstraksi SDM. 

"Rusaknya wilayah sekitar akibat ekstraksi sumberdaya alam melalui praktik pertambangan yang dilakukan di lokasi kejadi telah menyebabkan ekosistem sekitar harusnya menjadi penyangga mengalami kerusakan yang berbuah bencana ekologis longsor, "jelasnya. 

Adam juga menambahkan, praktik ekstraksi sumberdaya alam dan lingkungan sekitar wilayah hidup komunitas melalui penambangan emas di Kalimantan Barat yang berimbas pada risiko kerusakan, longsor, pencemaran hingga terrenggutnya nyawa pekerja bukan hal asing selama ini. 

"Termasuk longsor yang menimpa puluhan pekerja yang menjadi korban pada Kamis (15/9/2022) kemarin. Turut berdukacita dan prihatin atas kejadian tersebut," katanya.

"Peristiwa tragis akibat penambangan yang kerap terjadi hingga terrenggutnya nyawa seolah tidak menjadi pembelajaran pihak terkait maupun para pekerja tambang selama ini. Terlebih bahwa pembukaan lahan berbukit dengan kemiringannya yang ekstrim jelas berbahaya karena berpotensi menyebabkan bencana ekologis," tutupnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved