GAPKI Kalbar Komitmen Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar, Purwati Munawir mengatakan Kalbar sendiri merupakan salah satu daerah sentra sawit

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Kalbar Purwanti 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Program peremajaan sawit rakyat atau PSR adalah salah satu program strategis utama pemerintah yang telah dicanangkan oleh Presiden pada tahun 2020. Secara Nasional peremajaan sawit rakyat ditargetkan mencakup areal seluas 540.000 ha selama 5 tahun atau sampai tahun 2025.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar, Purwati Munawir mengatakan Kalbar sendiri merupakan salah satu daerah sentra sawit dimana terdapat areal sawit rakyat seluas 80.000 Ha yang telah memasuki masa peremajaan karena faktor usia tanaman dan produktifitasnya telah menurun.

"Hal ini membuat pendapatan petaninya rendah yang berpengaruh dengan tingkat kesejahteraan petani sawit kedepan. Menyadari kegiatan PSR yang pendanaannya didukung oleh BPDPKS, dan disalurkan langsung pada kelembagaan pekebun, dalam operasional tidak semudah membalikan telapak tangan," ujar Purwati saat sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Gapki Kalbar dan BPDP-KS, di Ibis Hotel, Selasa 20 September 2022.

Pemprov Kalbar Minta Gapki Dampingi Petani Sawit, Tidak Berhenti Bila Rekomtek Sudah Terbit

Ia mengatakan ditemui beberapa kendala dan tantangan yang berakibat masih lambatnya pencapaian target peremajaan, sebagai mana yang telah dicanangkan dalam capaian target nasional.

Oleh karenanya perlu kerja keras dan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah pusat pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten untuk saling berkolaborasi.

Dalam kerangka percepatan pelaksanaan peremajaan sawit rakyat, Gapki sebagai wadah para pengusaha kelapa sawit yang memiliki komitmen untuk membangun industri kelapa sawit berkelanjutan.

Selain itu pemerintah melalui kementerian koordinator perekonomian dan perindustrian untuk ikut serta mempercepat target peremajaan dimaksud bersama-sama Stakeholder, dengan bekal pengalaman lapangan yang dimiliki oleh para perusahaan anggota Gapki mudah-mudahan penugasan dimaksud dapat dilaksanakan dengan baik.

Guna ikut berpartisipasi sesuai dengan penugasan pada Gapki cabang Kalbar untuk percepatan kegiatan PSR jalur kemitraan, Purwati mengatakan hadir 8 perusahaan perkebunan, yang areal plasmanya telah memasuki masa replenting, karena usia tanamanya telah melampaui ambang ke ekonomianya yakni diatas 25 tahun.

Perusahaan tersebut diantaranya PT Bonti Jaya Raya Sintang, PT Multi Prima Entakai Sanggau, PT KSP Sekadau, PTPN XIII Sanggau, PT Bintang Harapan Desa Sanggau, PTP XIII Landak, PT BPK Kubu Raya, PT Surya Kencana Gemilang, dan PT KSK Ketapang. 

Jumlah peserta sosialisasi dan Bimtek adalah 200 orang, khusus untuk bimtek selain admin kelembagaan petani, kami juga sertakan pendamping perusahaan sehingga keberadaan perusahaan bisa mendampingi dari awal dimulainya kegiatan melalui penyiapan data. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved