Warga Singkawang Tenggelam di Sungai Mandai Kapuas Hulu Ditemukan Meninggal Dunia 

Saat ini jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit dan akan diserahkan ke pihak keluarga korban yang sudah menunggu di Putussibau.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Jasad korban tenggelam di sungai Mandai wilayah Desa Jongkong Mandai, Kecamatan Bika, saat dievakuasi ke Rumah Sakit Putussibau, Senin 19 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, seorang warga Kota Singkawang yang tenggelam di sungai Mandai wilayah Desa Jongkong Mandai, Kecamatan Bika, sudah ditemukan kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan oleh tim gabungan, kurang lebih pukul 16.30 WIB sore tadi, dengan jarak dari lokasi kejadian tenggelam awal sekitar 200 meter," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 19 September 2022.

Saat ini jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit dan akan diserahkan ke pihak keluarga korban yang sudah menunggu di Putussibau.

Bupati Imbau Pekerja Pertambangan Emas di Kapuas Hulu Hati-hati Dengan Kondisi Alam

"Korban bernama Ket Sun usia 21 tahun warga Desa Melayu Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang," ucapnya.

Sebelumnya, telah terjadi kecelakaan air di Sungai Mandai wilayah Desa Jongkong Mandai, Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu 17 September 2022 pukul 17.00 WIB.

Atas kejadian tersebut, satu orang yaitu Ket Sun tenggelam di Sungai Mandai, Kecamatan Bika, dimana dalam kecelakaan air itu melibatkan 4 orang menggunakan mesin tempel 3,3 PK perahu kayu, 3 orang selamat langsung mendapatkan perawatan medis, dan 1 orang harus tengelam di sungai.

Sedangkan kronologi kejadian 4 orang korban yaitu Generius Albert usia 26 tahun (warga Desa Jongkong Mandai), Arian usia 21 tahun (Desa Jongkong), Agustinus Apin usia 26 Tahun (warga Desa Jongkong Mandai), dan Ket Sun usia 21 tahun (warga Desa Melayu Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang), membawa bahan untuk membangun tower jaringan telekomunikasi, menggunakan perahu kayu dengan mesin tempel 3,3 PK.

Dimana tower jaringan telekomunikasi tersebut dibawa dari Desa Melapi Mandai melewati sungai mandai dibawa ke Desa Jongkong Mandai, dalam perjalanan perahu yang ditumpangi 4 orang korban tersebut tiba-tiba karam.

Setelah perahu mereka karam dari 4 orang korban, hanya 1 orang masih belum ditemukan, dan diduga masih tenggelam ke sungai mandai yaitu atas nama Ket Sun usia 21.

Pada saat kejadian 3 orang korban mampu menyelamatkan diri atau berenang ke tepian sungai, sedangkan 1 orang tidak mampu dan diduga tenggelam dibawa arus air sungai mandai. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved