Longsor PETI

Sekda Kalbar Harisson Harap Adanya Lokasi Pertambangan Rakyat Legal di Kalbar 

Dari data yang dihimpun total 13 korban berhasil dievakuasi, 5 diantaranya meninggal dunia dan 8 dinyatakan selamat.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/Tri Pandito Wibowo
Sekda Kalbar dr Harisson saat diwawancarai wartawan, di Gedung DPRD Kalbar, Rabu, 7 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Belasan korban tertimbun longsor di Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang , Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat masih terus dilakukan pencarian, Minggu 18 September 2022.

Dari data yang dihimpun total 13 korban berhasil dievakuasi, 5 diantaranya meninggal dunia dan 8 dinyatakan selamat.

Satu diantara korban selamat adalah Sapu'ad warga Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur. 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Harisson berharap ada lahan atau lokasi pertambangan rakyat yang dilegalkan, tentunya dengan memperhatikan dimensi lingkungan hidup atau mentaati aturan-aturan terkait lingkungan hidup.

Longsor PETI di Lembah Bawang, Penegakan Hukum Dalam Penyelidikan dan Penanganan Polres Bengkayang

Dengan kata lain pertambangan rakyat yang dikelola, dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. 

“Kalau pertambangan nya legal, tentu pemerintah dapat melaksanakan pembinaan , baik dari sisi peningkatan produksi, sisi kelestarian lingkungan hidup, maupun dari sisi kesehatan dan keselamatan kerja,”ujar Harisson, Minggu 18 September 2022.

Dari Sektor pendapatannya pun, dikatakan Harisson tentu nya akan lebih baik. Baik dari sisi pendapatan untuk masyarakat, pekerjanya maupun pendapatan dari sisi pemerintah.

Hal yang perlu diketahui juga  bahwa untuk Peraturan Pertambangan ini diterbitkan oleh Pemerintah pusat, bukan oleh pemerintah Provinsi atau Kabupaten Kota.

“Kalau malah liar atau illegal terus pendapatan masyarakat pekerja nya akan minim, karena dijadikan bancakan oleh preman-preman. Selain itu, tidak dapat dibina dari sisi keselamatan kerja yang akhirnya menimbulkan korban jiwa yang tentunya tidak kita inginkan,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved