Lokal Populer

Risih Dengan Aktivitas PETI, Wabup Bengkayang Pinta Tangkap Cukong PETI

Insiden tanah longsor di lokasi Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) tersebut, dikabarkan telah mengakibatkan 20 orang pekerja tambang emas tertimbun lo

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Herlambang
Lokasi bukit yang longsor di kawasan diduga PETI Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang. Istimewa/ Herlambang 

Padahal menurutnya, justru pihak kepolisian khususnya Polres Bengkayang telah rutin melakukan operasi lapangan atau razia ke lokasi-lokasi PETI ini.

Namun demikian, aktivitas PETI ini tetap berlangsung di Bengkayang dengan dalih sebagai mata pencaharian utama.

"Aparat kadang juga jadi kambing hitam, dengan kejadian ini aparat dianggap tidak peduli terhadap aktivitas PETI," ucapnya.

Lokasi Sepi

Belasan korban tertimbun longsor di Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat masih terus dilakukan pencarian, Minggu 18 September 2022.

Dari data yang dihimpun total 13 korban berhasil dievakuasi, 5 diantaranya meninggal dunia dan 8 dinyatakan selamat. Satu diantara korban selamat adalah Sapu'ad warga Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur.

PJ Kepala Desa Seranggam, yang juga Staff Kecamatan Selakau Timur, Herlambang, mengatakan salah satu korban adalah warga Desa Seranggam dalam keadaan selamat. Korban dievakuasi ke rumahnya dan kemudian dibawa ke Puskesmas Selakau.

Tim SAR Sebut 5 Orang Meninggal Dunia Akibat Tertimbun Longsor, Berikut Nama-nama Korban

"Kami juga turun ke lokasi yang longsor, Jumat 16 September 2022 pagi. Kami meninjau bersama Danramil Selakau beserta anggota dan Camat Selakau. Ketika tiba di sana sudah tampak sepi, tidak ada pekerja, mungkin sudah pulang," tuturnya.

Dia mengatakan kondisi di kawasan PETI sangat rawan karena tanah masih bergerak. Kemungkinan, kata dia, para penambang lainnya pergi karena takut ada longsor susulan.

"Kami datang sudah sepi, kami menemukan ada alat excavator di sana, kemungkinan para pendulang sudah pergi sebab tanah tampak masih bergerak," tuturnya saat menceritakan peninjauan lokasi pada Jumat 16 September 2022.

Dia mengatakan yang pasti para pendulang yang menjadi korban adalah pendulang biasa yang bekerja dengan alat tradisional. Sementara, imbuh dia, pemilik lokasi dan pekerjanya sudah selesai bekerja pada sore hari.

"Selain itu terkait wilayah yang menjadi titik longsor itu masih dalam perdebatan batas wilayahnya, jadi belum definitif masuk wilayah Sambas atau Bengkayang," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved