Kerap Banjir, Wakil Ketua DPRD Pontianak Minta Wali Kota Segera Koordinasi Dengan Pemkab Kubu Raya

"Jadi memang begini ya, Pontianak ini dulu saya masih ingat kalau 5-6 jam itu baru lah banjir, sekarang itu cepat ya," ucapnya.

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD FIRDAUS
Wakil ketua DPRD Kota Pontianak Firdaus Zar'in ketika diwawancarai di Gedung DPRD Kota Pontianak. Senin, 19 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Fraksi Nasdem Firdaus Zarin angkat bicara terkait kondisi jalan dan pemukiman masyarakat yang akhir-akhir ini sering tergenang air ketika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun.

Hal ini ia sampaikan pada kesempatan wawancara dengan Tribun Pontianak, paska ia memimpin rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Pontianak, Senin 19 September 2022.

Ia mengatakan bahwa saat ini banjir sangat mudah terjadi, berbanding terbalik dengan kondisi beberapa waktu lalu. Banjir baru akan terjadi di Kota Pontianak ini apabila hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama 5-6 jam.

"Jadi memang begini ya, Pontianak ini dulu saya masih ingat kalau 5-6 jam itu baru lah banjir, sekarang itu cepat ya," ucapnya.

"Tambah lagi saya lihat, saya kan jalan juga nih. Ternyata memang pertama curah hujan ya setiap kali hujan melebihi 2-3 jam kita selalu berdebar-debar," lanjutnya menjelaskan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Ajak Warga Laporkan ke Pemkot Jika Melihat Pohon Rindang

Kondisi ini tentu mengawatirkan menurutnya, apalagi saat ini titik rawan terjadinya genangan air telah meluas dan semakin banyak.

"Sekarang bukan hanya ditempat yang rendah, ditempat-tempat tinggi pun sekarang juga sudah mengkhawatirkan. Ditambah lagi air pasang," ucapnya.

Selain memang curah hujan yang cukup tinggi, menurutnya penyebab lain terjadinya banjir atau genangan ini adalah adanya penyumbatan saluran-saluran air karena sampah, terlebih saluran-saluran air tersebut berukuran kecil. Sehingga genangan air sulit untuk mengalir atau surut.

"Saya berfikir satu hal bahwa air itu kan dari tempat tinggi ke tempat rendah, kalau terjadi penyumbatan karena sampah, karena salurannya kecil, dan sebagainya. Air mau lari kemana, karena tidak ada tempat air itu lari, tumpah kemana-mana kan naik dia, itulah yang mungkin banjir itu disebabkan itu," ucapnya.

Ia pun meminta Pemkot Pontianak untuk segera berkoordinasi dengan Pemkab Kubu Raya agar realisasi sistem outer ring kanal lekas terwujud.

"Coba misalnya Pemkot berupaya membangun koordinasi lah ya dengan Pemkab Kubu Raya, misalnya soal outer ring kanal. Jadi air itu bisa disalurkan ke laut, bisa disalurkan ke tempat-tempat dimana dia tidak sumbat, dia tidak stop disitu gitukan, nah ini yang perlu," ucapnya.

Namun demikian menurutnya koordinasi antara Pemkot Pontianak dan Pemkab Kubu Raya ini, sepertinya masih terhambat. Padahal sebagai daerah yang bersebelahan kedua Pemerintahan harusnya dapat menyegerakan hal ini agar tidak yang dirugikan salah satunya.

"Tapi nampaknya masih belum nih, masih macet-macet gitu ya. Karena biar gimanapun kalau misalnya banjir di Kota Pontianak limpahannya juga pasti ke Kabupaten-kabupaten yang terdekat juga pastikan," ucapnya.

"Jadi menurut saya biar lancar memang harus di Koordinasikan secara komprehensif," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved