PLUT Diskop UKM Provinsi Akan Dijadikan Kampus Bagi Pelaku UMKM di Kalbar 

Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Diskop UKM Provinsi Kalbar, Suherman mengatakan PLUT adalah pusat terpadu yang memiliki 8 tugas.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Kadiskop UKM Provinsi, Junaidi dan Kepala Bidang di Gedung PLUT Kantor Diskop UKM Provinsi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat akan menjadikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai Rumah Besar atau Kampus bagi para UMKM di Kalbar

Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Diskop UKM Provinsi Kalbar Suherman mengatakan PLUT adalah pusat terpadu yang memiliki 8 tugas, diantaranya untuk pendampingan  bidang kelembagaan, pemasaran, IT, SDM, produksi, jaringan kerjasama dan pembiayaan. 

“Jadi ini (PLUT) Diskop UKM Provini kedepan akan menjadi Kampus UKM . PLUT ini akan menjadi rumah besar bagi UMKM,“ ujarnya, Minggu 18 September 2022.

Diskop UKM Provinsi Terus Mendorong Pertumbuhan Produk Usaha Pelaku UMKM di Kalbar

Rumah Besar dalam hal ini. Misalnya ada UMKM yang baru merintis, bagaimana nantinya petugas PLUT ikut mendorong UMKM tersebut bagaimana harus mendaftarkan perizinan dan lainnya.

“Misanya kalau kuliner bagaimana dia  mendapatkan label halal, pada produk kecantikan dan herbal atau obat bagaimana mendorong mereka untuk mendapat surat izin halal dari BPOM. Pelaku UMKM agar bisa mendaftarkan merk dagang atau HAKI,”jelasnya.

Selain itu, sesuai Permen PP nomor 7 tahun 2021 bahwa sekarang pemerintah bukan hanya memberikan berupa umpan, tapi juga pancing. Karena diharapkan kemandirian pelaku UMKM

Dengan diberikan pelatihan, dan cara mendapatkan legalitas secara mudah dengan OSS. Itu merupakan salah satu bantuan yang sangat mempermudah UMKM.

Dikatakannya, lalu bagaimana dari sisi pemasaran mereka bisa masuk ke portal lelang atau marketplace, maupun E-Katalog. 

“Bukan hanya semata diberikan bantuan dalam bentuk uang tapi berupa pelatihan , istilahnya mengangkat Capacity Building pelaku UMKM sehingga bisa berdaya saing,” jelasnya. 

Selama ini, dikatakannya ibarat filosofi bahwa para UMKM selalu diberi umpan, tapi bukan pancingnya . Sekarang pemerintah mulai memberikan pancingan ketika UMKM itu mampu menjadi kemandirian dan bisa berdaya saing pada produknya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved