Nosu Mino Podi, Lestarikan Adat dan Tradisi Untuk Angkat Perekonomian Masyarakat

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau/Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, mengatakan Ritual Adat Nosu Minu Podi tak hanya ungkapan rasa syukur

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Firdaus
Yohanes Ontot dan Safruddin pada kesempatan Tribun Pontianak Podcast yang membahas tentang budaya Gawai Ritual Adat Dayak Nosu Minu Podi. Studio Podcast Tribun Pontianak. Sabtu, 17 September 2022. 

Bahkan diakuinya, masyarakat dari luar Kota Sanggau juga berpartisipasi dalam agenda ini, mereka datang baik untuk berjualan di acara tersebut maupun sebagai wisatawan.

Sebenarnya kalau gawai ini kan, untuk Kabupaten Sanggau itu, memang mulai dari bawah dia. Karena kalau panen masyarakat adat ini kan berkisar di bulan Februari gitulah, jadi Februari-Maret mereka panen, April-Mei itu memang mereka melakukan Nosu Minu Podi di masing-masing wilayah, hampir semua kampung dengan beragam kebiasaannya," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa memang banyak ragam kebiasaan dan penamaan pada Gawai Dayak yang ada di Sanggau, menyesuaikan tradisi dan kebiasaan di masing-masing kampung.

Namun untuk Nosu Minu Podi sendiri adalah penamaan atau istilah yang telah di pakai oleh DAD Sanggau untuk gawai di tingkat Kabupaten, yang menghimpun semua keragaman budaya dan adat dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau.

Yohanes Ontot mengatakan, bahwa antusias masyarakat pada acara Nosu Minu Podi kemarin sangat luar biasa. Bahkan hingga menimbulkan kemacetan dari/menuju Kabupaten Sanggau selama kurang lebih 4 jam.

"Artinya daya pikat Nosu Minu Podi gawai itu luar biasa, karena disana memang ada ruang yang dibuka lebar bagaimana kita menggali potensi ekonomi masyarakat itu untuk mereka bisa mencari nafkah disitu," ucapnya.

Agenda Nosu Minu Podi ini sendiri sudah masuk dalam agenda wajib kalender tahunan Kabupaten Sanggau pada setiap tanggal 7 Juli, itu artinya akan ditemukan acara ini setiap tahun-tahun yang akan datang.

Ontot yang juga selaku Wakil Bupati Sanggau menjelaskan bahwa, selama ini pemerintah daerah Kabupaten Sanggau telah mensupport dengan sangat luar biasa untuk agenda-agenda masyarakat adat, baik adat Dayak, adat Melayu, maupun adat-istiadat lainnya yang ada di Kabupaten Sanggau.

"Bagaimana kita mendorong budaya dan iman di Kabupaten Sanggau ini untuk lebih baik dari waktu ke waktu, tentu itu tanggung jawab moral kita konsisten memberikan dukungan kepada masyarakat adat tidak terkecuali adatnya, kita dukung sepenuhnya sesuai dengan kemampuan anggaran daerah," ucapnya.

Melihat antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun terhadap agenda Nosu Minu Podi ini, menjadi pengalaman untuk Pemkab Sanggau untuk melangsungkan agenda ini kedepannya.

Oleh karenanya Ontot menjelaskan bahwa kedepan Pemkab Sanggau akan terus membenahi dan mengembangkan untuk persiapan agenda Nosu Minu Podi ini dengan semaksimal mungkin.

"Tentu kita akan tata lebih baik lagi, penataan tempat berjualan bagi masyarakat, akan ditata sedemikian rupa agar didalamnya tidak menimbulkan kesemrawutan," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa selama berlangsungnya agenda Nosu Minu Podi ini telah menyebabkan perputaran ekonomi yang tinggi, mengingat antusias masyarakat pada kegiatan ini yang sangat luar biasa.

Namu demikian belum diketahui data resmi berapa nilai perputaran ekonomi yang dihasilkan dalam setiap event ini, tapi kedepannya Pemkab Sanggau akan melakukan pendataan dalam setiap agenda Nosu Minu Podi tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved