Nosu Mino Podi, Lestarikan Adat dan Tradisi Untuk Angkat Perekonomian Masyarakat

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau/Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, mengatakan Ritual Adat Nosu Minu Podi tak hanya ungkapan rasa syukur

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Firdaus
Yohanes Ontot dan Safruddin pada kesempatan Tribun Pontianak Podcast yang membahas tentang budaya Gawai Ritual Adat Dayak Nosu Minu Podi. Studio Podcast Tribun Pontianak. Sabtu, 17 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gawai Ritual Adat Dayak Nosu Minu Podi merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya di Kabupaten Sanggau.

Tujuannya adalah untuk meyakinkan atau wujud rasa syukur atas usaha yang dilakukan dalam satu tahun,  baik itu pertanian maupun lainnya sehingga tahun depan diharapkan lebih baik lagi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau/Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, mengatakan Ritual Adat Nosu Minu Podi tak hanya ungkapan rasa syukur atas panen padi, ini juga dijadikan sebagai wadah silaturahmi masyarakat Dayak dalam memajukan adat dan budaya Dayak.

Polres Sanggau dan Dua Polsek Jajaran Salurkan Bansos kepada Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM

Hali ini disampaikan oleh Yohanes Ontot, M.Si pada acara Tripon Cast Tribun Pontianak, yang dipandu langsung oleh Safruddin Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak. Sabtu 17 September 2022.

"Nosu Minu Podi itu istilah yang sudah kita pakai di DAD kita, tetapi tentu, istilah-istilah lain pasti ada di masing-masing sub suku itu," ucap Yohanes Ontot.

Sehingga dapat diartikan dari bahasa Dayak Nosu Minu Podi ini adalah gawai ucapan syukur kepada tuhan, atas panen padi yang melimpah oleh masyarakat Dayak.

"Tetap secara umum di DAD Nosu Minu Podi itu berarti acara ngambil semangat padi, atau nanti disebut gawai padi, gitulah. Secara umum disebut orang gawai ucapan syukur masyarakat Dayak kepada sang penompa yang telah memberikan hasil panen yang berlimpah," lanjutnya menjelaskan.

Nosu Minu Podi ini sendiri telah diselenggarakan oleh DAD Sanggau pada 7 Juli 2022 lalu, meski baru terselenggara setelah sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi covid. Namun agenda yang baru diselenggarakan lagi ini berhasil mengobati kerinduan masyarakat.

"Tetapi tadi alasan covid beberapa tahun, kurang lebih 2 tahun lalu. Maka itu jeda cukup panjang, Masyarakat merasa ada kerinduan juga untuk melaksanakan itu," ucapnya.

Agenda ini bahkan diakuinya mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, sebab pengunjung atau wisatawan yang ramai sangat menjadi daya tarik para pelaku usaha untuk berjualan di sekitar area kegiatan.

"Lalu tentu event itu seperti biasanya sebelum-sebelumnya, memang terbuka ruang yang sangat lebar kepada masyarakat untuk mereka mencari keuntungan. Karena memang di kepanitiaan kita itu memberikan ruang kepada masyarakat untuk bisa berjualan didalam itu," ucapnya.

Tidak hanya masyarakat adat Dayak saja yang terlibat pada agenda ini, bahkan seluruh suku yang ada di Sanggau turut berpartisipasi dalam agenda ini.

"Itupun ndak hanya orang masyarakat adat dayak, semua multietnis gitulah, mau Dayak nya, mau Melayu nya, mau Jawa nya, mau Madura nya, mau Bugis nya ada masuk didalam," ucapnya.

Hal ini menunjukkan, ruang pada agenda Nosu Minu Podi ini tidak hanya diperuntukkan khusus kepada masyarakat adat daya saja, melainkan seluruh suku yang ada di Kabupaten Sanggau.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved