8 Cara Meningkatkan IQ dengan Aktivitas Ini, Termasuk Bermain Alat Musik

pengukuran IQ sebagai langkah pertama dalam mendiagnosis kondisi kesehatan mental dan ketidakmampuan belajar.

NET/Google
Menurut Healthline, pengukuran IQ bisa menjadi penanda kecerdasan, namun itu bukanlah satu-satunya cara. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tingkat kecerdasan atau IQ seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, asupan nutrisi, pola asuh, riwayat pendidikan, hingga kondisi kesehatan.

Skor IQ bukanlah nilai yang tetap dan bisa saja berubah saat seseorang beranjak dewasa.

IQ atau Intelligence Quotient adalah ukuran kemampuan seseorang dalam bernalar dan memecahkan masalah.

Pada 1900-an psikolog Perancis bernama Alfred Binet mulai mempopulerkan pengukuran IQ. Angka IQ kerap dikaitkan dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Menurut Healthline, pengukuran IQ bisa menjadi penanda kecerdasan, namun itu bukanlah satu-satunya cara.

Sebab, tes IQ mengukur kemampuan penalaran, seperti visualisasi spasial, memori, dan analisis kuantitatif. Namun, pengujian ini tidak mengukur kreativitas dan kecerdasan emosional seseorang.

9 Fakta Prof. BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsa dengan IQ Lebih Tinggi dari Einstein

Namun, dokter dapat menggunakan pengukuran IQ sebagai langkah pertama dalam mendiagnosis kondisi kesehatan mental dan ketidakmampuan belajar.

Nilai IQ bisa berubah

Banyak faktor biologis, sosial, dan lingkungan yang dapat menentukan nilai IQ.

Dilansir dari BBC, pengukuran IQ pada remaja bisa menghasilkan nilai yang berubah-ubah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved