Lokal Populer
Ria Norsan Sebut Pemprov Kalbar Berupaya Maksimal Turunkan Stunting
Yohanes Ontot mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau terus fokus menurunkan stunting di lima kecamatan yang tinggi persentase kasusnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan membuka rapat koordinasi tim audit percepatan penurunan stunting Kabupaten Sanggau di Aula Hotel Grand Narita Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 15 September 2022.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengatakan bahwa Pemprov Kalbar berupaya semaksimal mungkin menurunkan stunting sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021.
"Dalam hal ini kami bekerjasama dengan BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat turun ke lapangan, melaksanakan turunan Perpres 72 itu berupa SK Gubernur Kalimantan Barat agar kita semua, secara keroyokan melakukan percepatan penurunan stunting,"katanya, Kamis 15 September 2022.
Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau terus fokus menurunkan stunting di lima kecamatan yang tinggi persentase kasusnya.
• Pemda Kayong Utara Sambut Baik Rakor PKK KB Kesehatan, Momentum Gerakan Menuju Bebas Stunting
"Ada 5 kecamatan yang tinggi kasusnya. Tertinggi di Kecamatan Mukok, 30 persenan kasusnya, kemudian Noyan, Entikong, Kembayan dan lainnya,"jelasnya.
"Tentu ini membutuhkan intervensi dari tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sanggau," tambahnya.
Tim ini lanjut Ontot, harus berkerja paralel dan simultan untuk fokus menurunkan kasus di Kecamatan-kecamatan yang angka stunting nya tinggi. Kemudian bergerak cepat dan melakukan langkah-langkah, mulai dari antisipasi hingga aksi penanganan.
"Bergerak cepat untuk segera mendata temuan kasus di masing-masing kecamatan yang tinggi itu. TPK kita ada seribuan orang, TPK ini diharapkan sekali perannya untuk percepatan penurunan kasus stunting,"ujarnya.
Percepatan penurunan stunting lanjutnya, membutuhkan sinergi lintas komponen, termasuk para tokoh dan lembaga keagamaan. Lantaran, pencegahan serta penanganan awal stunting dapat dimulai pada masa pranikah.
"Pada masa praperkawinan ini, setiap pasangan harus diberi pemahaman bagaimana mereka berkeluarga dan berumah tangga. Edukasi mengenai menjaga kesehatan janin dan ibu hamil pada masa kehamilan harus calon pengantin ketahui. Jadi, tim ini perlu berkerjasama dengan lintas komponen untuk memberikan pemahaman itu," pungkasnya.
Berdampak Pada Angka Stunting
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan sebut limbah merkuri dari pengolahan emas di tambang liar juga berdampak pada tingginya angka stunting. Harus ada solusi untuk mencegah limbah tersebut terkontaminasi dengan ibu hamil maupun anak-anak.
Hal itu disampaikan Ria Norsan usia membuka rapat audit kasus stunting di Kabupaten Sekadau tahun 2022, yang berlangsung di aula Vinca Hotel Sekadau, Rabu 14 September 2022.
• Sosialisasi APSAI dan Bapak Asuh Anak Stunting Menuju Sambas Layak Anak
Dikatakannya, limbah merkuri yang selama ini digunakan penambang emas ilegal (PETI) cukup berdampak pada tingginya angka stunting di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
"Dari pemerintah kita, untuk kebijakannya supaya tidak beroperasi lagi (PETI) dijadikan tambang rakyat. Nanti dikelola secara profesional dan berpihak kepada masyarakat kecil. Tentunya kita melibatkan kepolisian dan TNI. Jadi mereka boleh beroperasi di wilayah tambang rakyat, tidak sampai mencemari lingkungan, " jelas Norsan.
Norsan menyebut tambang rakyat bisa menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir dampak terjadinya stunting akibat air sungai yang tercemar merkuri.
Mengingat selama ini air sungai masih digunakan masyarakat untuk mandi atau mencuci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Kalimantan-Barat-Ria-Norsan-saat-foto-bersama-sdf-sd.jpg)