Profil

Siapa Cak Sapari, Seniman Legenda Surabaya Sahabat Kartolo yang Meninggal Dunia Pagi Ini

"Innalillahi wa innailaihi roji'un telah berpulang ke rahmatullah Bp SAPARI,' tulis di story instagram Cak Kartolo, Kamis 15 September 2022.

Kolase tribunpontianak.co.id / fiz
Sosok seniman ludruk legendaris Surabaya, Cak Sapari (kanan) tutup usia pada Kamis 15 September 2022 subuh sekira pukul 04.50 WIB 

Kartolo, teman seperjuangan Cak Sapari merupakan sosok sentral di ludruk.

Ia lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada 2 Juli 1945.

Setelah lulus dari Sekolah Rakyat pada 1958, Kartolo tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena orang tuanya tidak mampu membiayai.

Profil Heru Budi Hartono, Sosok Teman Dekat Jokowi yang Jadi Calon Pj Gubernur DKI Jakarta

Oleh karena itu, Kartolo pun belajar menabuh gambang dan melakukan tayuban.

Pada tahun 1971, Kartolo bergabung ke dalam grup ludruk RRI Surabaya.

Namun, pada 1974, ia keluar dari grup tersebut dan bergabung ke grup ludruk Persada Malang.

Di tahun 1980, Kartolo mulai dikontrak oleh perusahaan rekaman Nirwana Record untuk merekam sebuah syair berjudul Jula Juli Guyonan, yang dilagukan ketika melakukan pementasan ludruk.

Formasi awal Kartolo CS pada saat itu adalah Kartolo, Basman, Sapari, Sokran, Munawar, dan Tini (istri Kartolo), mereka tergabung dalam kesenian karawitan Sawunggaling Surabaya.

Masing-masing dari mereka punya karakter yang unik dan khas, dan punya semacam ‘tata-bahasa’ sendiri.

Contohnya Kartolo yang paling cerdas, sehingga sering diceritakan hobi ‘ngakali’ pemain lain, Basman yang punya suara besar dan omongan nyerocos, dan Sapari yang nakal tapi malah jadi korban.

Biasanya ludruk kartolo ini juga dilengkapi oleh bintang tamu seperti Marlena, cak Sidik, Blonthang, Markeso dan lain-lain.

(*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved