Lokal Populer

Sebanyak 6.813 Produk yang Tidak Memenuhi Ketentuan Ditemukan Loka POM di Sanggau dan Sekadau

dari awal tahun 2022 sampai dengan September 2022 di Kabupaten Sanggau dan Sekadau ditemukan 6.813 produk yang tidak memenuhi ketentuan

TRIBUNPONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Loka POM di Kabupaten Sanggau, Erik Budianto Tampubolon 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Loka POM di Kabupaten Sanggau, Erik Budianto Tampubolon menyampaikan bahwa hasil pengawasan yang dilaksanakan pihaknya dari awal tahun 2022 sampai dengan September 2022 di Kabupaten Sanggau dan Sekadau ditemukan 6.813 produk yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). 

"Dari jumlah itu, 61 persen diantaranya adalah kosmetika TMK, 31 persen produk pangan TMK, 4 persen temuan obat tradisional TMK dan 4 persen sisanya adalah obat TMK produk obat, obat tradisional, kosmetika maupun pangan yang tidak memenuhi ketentuan beresiko terhadap kesehatan bagi yang mengkonsumsinya atau menggunakannya," katanya, Rabu 14 September 2022. 

Dikatakannya, untuk memilih produk yang aman untuk digunakan dapat menerapkan CEK KLIK, yaitu cek kemasan produk sebelum membeli, pastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak bocor, tidak rusak atau penyok.

Kemudian, cek label yaitu baca informasi produk yang tertera pada label, cek Ijin edar yaitu pastikan produk tersebut sudah mendapat ijin edar dari BPOM dan cek tanggal kedaluarsa yaitu pastikan produk belum kedaluwarsa. 

PMI Sanggau Akan Gelar Lomba Penyuluhan Stunting serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Untuk itulah, ia mengimbau kepada para distributor dan pedagang agar selalu memantau produk yang dijual agar terdaftar di Badan POM, tidak lewat dari tanggal kedaluarsa dan menyimpan produk sesuai petunjuk pada label, agar produk tetap terjaga mutunya.

"Dan kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu menerapkan Cek KLIK. Untuk informasi lebih lanjut terkait obat dan makanan dapat menghubungi nomor Unit Pelayanan Pengaduan Konsumen Loka POM di Kabupaten Sanggau 085387830799," pungkasnya.

Kosmetik Ilegal

Kepala Loka POM di Kabupaten Sanggau, Erik Budianto Tampubolon didampingi pejabat Loka Pom lainya menggelar press release terkait aksi penertiban pasar dari kosmetika ilegal atau mengandung bahan berbahaya tahun 2022 di Aula Kantor Loka Pom Sanggau, Kalbar, Rabu 3 Agustus 2022.

Kepala Loka POM di Kabupaten Sanggau, Erik Budianto Tampubolon mengatakan, dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran kosmetika ilegal dan tidak memenuhi ketentuan, Badan POM secara serentak di seluruh Indonesia melaksanakan aksi penertiban pasar dari kosmetika ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya.

Kapolres Pimpin Anev Kinerja Bulanan Polres Sanggau dan Polsek Jajaran, Ini Arahannya pada Personel

Kegiatan ini dilakukan di wilayah pengawasan Loka POM di Kabupaten Sanggau yaitu Kabupaten Sanggau dan Sekadau dengan melibatkan lintas sektor antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau, Satpol PP Kabupaten Sanggau, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Sekadau, dan Satpol PP Kabupaten Sekadau.

"Sasaran aksi penertiban diutamakan pada sarana yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat peredaran produk kosmetik, serta sarana distribusi yang berdasarkan analisis risiko berpotensi mengedarkan kosmetik illegal dan/atau mengandung bahan berbahaya," katanya, Rabu 3 Agustus 2022.

Selama periode pelaksanaan aksi, telah dilakukan penertiban pada 9 sarana pendistribusian kosmetik di wilayah Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau.

Kegiatan aksi yang dilaksanakan di Kabupaten Sanggau terdiri dari enam sarana dengan lima sarana yang tidak memenuhi ketentuan (TMK).

"Dengan rincian temuan 50 item 396 kemasan dengan taksiran nilai keekonomian Rp 11.530.000. Sedangkan Kegiatan aksi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sekadau terdiri dari tiga sarana dengan dua sarana yang tidak memenuhi ketentuan dengan rincian temuan 69 item 3595 kemasan dengan taksiran nilai keekonomian Rp 94.135.000," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved