Lokal Populer

Kisah Mantan PMI di Sambas yang Sukses Dengan Bertani di Kampung Halaman

para agen mematok harga di kisaran Rp55000 hingga Rp65000 per kilogram. dalam sekali panen Niad bisa mendapatkan hasil mencapai Rp275 Juta

TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Petani Milenial Gegertani asal Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Niad saat menunjukkan pohon lengkeng miliknya, Selasa 13 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Petani milenial Gegertani asal Desa Mentibar, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Niad (32) sukses mengembangkan tanaman lengkeng. Penghasilan Niad dari menanam lengkeng bisa mencapai Rp275 Juta dalam setiap kali panen.

Kisah Niad ini bermula ketika dia memutuskan untuk berhenti menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negeri Jiran Malaysia. Bertahun-tahun bekerja di negeri rantau, Niad menabung dengan asa pulang kampung dan sukses dari hasil pertanian.

"Saya awalnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari hasil bekerja di Malaysia juga maka hasilnya saya tabung untuk membeli lahan di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, lahan tersebut juga saat ini saya tanami lengkeng dan sawit," ujarnya Selasa 13 September 2022.

Niad adalah satu di antara anggota Jaringan Pertanian Nasional yang berasal dari Desa Mentibar, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar. Usai memutuskan berhenti bekera dari Malaysia asa pemuda ini berkiprah di desa sendiri menggarap lahan pertanian.

Dukung Ekonomi Kreatif, Kasat Binmas Polres Singkawang Berikan Semangat kepada Petani Melon

Tanaman lengkeng milik Niad saat ini sudah memasuki usia 7 hingga 8 tahun. Tahun 2022 ini usia tanaman lengkeng masuk tahun kedua yang bisa menghasilkan buah. Niad punya sebanyak 50 batang lengkeng yang tiap batangnya dapat menghasilkan 100 kilogram. Jumlah tanam sebanyak itu, kata Niad, bisa menembus angka 5 ton per sekali panen.

"Untuk lengkeng yang saya tanam saat ini memasuki tahun kedua yang sudah melakukan pembuahan. Jumlah pohon lengkeng yang saya tanam mencapai 50 batang, per batangnya itu bisa menghasilkan buah sebanyak 100 kg jika dikalikan 50 pohon maka bisa dapat 5 ton dalam sekali panen," tutur Niad.

Niad menjelaskan, dari sisi harga jualnya di desa para agen mematok harga di kisaran Rp55000 hingga Rp65000 per kilogram. Menurut Niad, dalam sekali panen dia bisa mendapatkan hasil mencapai Rp275 Juta.

"Agen membeli di lokasi sekitar Rp55.000 - Rp65.000. Jika dihitung untuk tanaman buah lengkeng 50 batang itu bisa mencapai 5 ton per panennya jika dikalikan harga 55.000 maka bisa mendapatkan hasil Rp275.000.000 per panen," ucapnya.

Niad berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, terus memberikan motivasi dan rangkulan kepada pemuda tani Kabupaten Sambas. Sehingga program Pemda Sambas menghasilkan satu produk unggulan di setiap desa dapat terwujud.

"Rangkul kami untuk bersinergi, demi terciptanya satu desa menghasilkan satu produk unggulan. Jika bisa fokus dalam satu jenis saja sektor pertanian hal yang kita kelola Insha Allah hasilnya juga bisa maksimal," harapnya.

Pembangunan Sektor Pertanian

Ketua Petani Muda Berkemajuan Kabupaten Sambas Ardiansyah mendorong Bupati Sambas untuk membuat tim percepatan pembangunan di sektor pertanian di Kabupaten Sambas, Senin 5 September 2022.

Ketua Petani Muda Berkemajuan Ardiansyah, mengatakan tim tersebut untuk membantu Bupati dalam melaksanakan program percepatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan sehingga mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

"Kemudian untuk memberikan saran atau bahan pertimbangan kepada Bupati tentang hal-hal yang berkaitan dengan subtansi kebijakan dan strategi pembangunan pertanian, perikanan dan perkebunan," tutur Ardiansyah kepada Tribun Pontianak.

Wabup Kubu Raya Harap Aspektir Bantu Pem­erintah Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Dia melanjutkan, tugas tim itu juga untuk memberikan saran atau pertimbangan berupa usulan program kegiatan yang perlu diimplementasikan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Iingkup pertanian, perkebunan dan kehutanan serta dinas atau instansi terkait dengan pembangunan pertanian di Kabupaten Sambas.

"Memberikan masukan (input) dalam tahapan pembahasan dan perencanaan program/kegiatan yang diimplentasikan oleh SKPD, melakukan monitoring, evaluasi dan pendampingan pelaksanaan program kegiatan yang akan dilaksanakan SKPD sebagai bahan masukan kepada Bupati untuk menyusun kebijakan tahapan berikutnya," katanya.

Tidak cukup sampai di situ, menurutnya tim akan mengawal konsistensi, sinkronisasi dan integrasi program pembangunan pertanian. Bahkan memantau dan memfasilitasi koordinasi lintas sektoral untuk pencapaian sasaran pembangunan pertanian.

"Termasuk juga melakukan analisis, kajian, koordinasi dan fasilitasi untuk pemecahan masalah dalam implementasi program pembangunan pertanian, perkebunan dan kehutanan dan perikanan," jelasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved