Pertamina Jawab Pertanyaan Soal Kapan Harga Pertamax Diturunkan

Terakhir, pemerintah menaikkan harga Pertamax per 3 September 2022 menjadi Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter.

Editor: Rizky Zulham
Instagram
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pihak Pertamina akhirnya buka suara terkait kapan harga Pertamax akan diturunkan.

Terakhir, pemerintah menaikkan harga Pertamax per 3 September 2022 menjadi Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter.

Namin diketahui harga keekonomian Pertamax saat ini mencapai Rp 15.424 per liter, sementara harga jualnya hanya sebesar Rp 14.500 per liter.

Dari harga Pertamax tersebut masih ada selisih sebesar Rp 924 per liter yang ditanggung oleh Pertamina.

Isi BBM di SPBU Nilai Rupiah Harus Ganjil Viral Twitter, Apa Kata Pertamina?

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati enggan berwacana mengenai kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turun di tengah tren pelemahan harga minyak mentah.

Ia bilang, saat ini saja Pertamax masih dijual di bawah harga keekonomian.

"Itu saja (harga Pertamax saat ini) masih belum keekonomian, liat saja harga (jenis bbm setara) Pertamax yang dijual kompetitor berapa," ujar Nicke saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin 12 September 2022.

Meski Pertamax merupakan jenis BBM umum (JBU), menurut Nicke, kebijakan penetapan harganya turut melibatkan pemerintah.

Oleh sebab itu, dalam menetapkan harga Pertamax, pihaknya tetap perlu berdiskusi dengan pemerintah.

Namun yang pasti, kata dia, selain masih di bawah harga keekonomian, harga jual Pertamax saat ini bahkan masih lebih murah dari harga BBM jenis RON 92 yang dijual kompetitor.

"Tanya ke pemerintah, Pertamina tinggal jalanin aja," kata dia.

Alasan Pertamina Jual Rugi Pertamax saat Harga BBM Naik dan Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun.

Hal ini disebabkan harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.

Ia menjelaskan, apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

Menurutnya, jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dollar AS per barrel turun menjadi 75 dollar AS per barrel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.

"Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan (mengikuti) harga pasar, jadi bisa saja turun.

Tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi," ujar Erick saat meninjau Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC), Jakarta, Rabu 7 September 2022.

(*)

.

.

.

.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved