Breaking News

Istana Kaca Sekadau Sudah Tidak Digunakan Sejak 1963

Meski sudah lama tidak digunakan, Firman menuturkan Raja Sekadau bersama Pemda Kabupaten Sekadau sudah berusaha untuk mengajukan revitalisasi

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
BPBD, Disporapar dan Tenaga Keberhasilan Dinas Lingkungan Hidup Sekadau saat membersihkan puing-puing bangunan Istana Kaca yang menimpa badan jalan, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Selasa 13 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU- Istana Kaca Sekadau dibongkar, Bendahara Keraton Sekadau, Abang Mohd Firman ungkap sudah lama tidak digunakan sejak tahun 1963 seiring fakumnya Keraton Sekadau, Selasa 13 September 2022.

Meski sudah lama tidak digunakan, Firman menuturkan Raja Sekadau bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau sudah berusaha untuk mengajukan revitalisasi Istana Kaca ke Kementrian PUPR melalui Ketua DPD RI Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Kepemilikan lahan Istana Kaca juga sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau.

"Usulan itu sudah disampaikan ketika Ketua DPD RI saat kunker ke Keraton Sekadau tahun lalu (2021). Namun belum ada progres. Info robohnya Istana Kaca sudah kami laporkan ke ketua DPD RI juga, " ujarnya.

Baca juga: Warga Sekadau Sebut Istana Kaca Sudah Runtuh 5 Kali Sebelum Dibongkar

Firman berharap revitalisasi Istana Kaca tersebut dapat segera dilakukan dengan dukungan Pemerintah pusat. Mengingat hampir setiap tahun usulan revitalisasi tersebut selalu disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Jika nantinya revitalisasi bisa dilakukan juga akan dilakukan di lokasi Istana Kaca saat ini.

"Bupati Sekadau dan Raja sudah bersama-sama memikirkan revitalisasi tersebut. Hanya tinggal menunggu Pemprov atau pemerintahan pusat lagi karena APBD Kabupaten Sekadau belum mampu mengakomodir, " pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved