3 Hari Hilang Tenggelam, Warga Sintang Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Kapuas

Penemuan korban dilaporkan oleh Kristian Hendro, Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau ke Bripka Hendri, Bhabinkamtibmas Polsek Dedai sekitar

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Abdullah, warga Desa Dedai Kanan, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, yang dilaporkan tenggelam di sungai melawi pada Minggu lalu akhirnya ditemukan. Jasad pria berusia 79 tahun tersebut ditemukan mengapung di sungai Kapuas, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Abdullah, warga Desa Dedai Kanan, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, yang dilaporkan tenggelam di sungai melawi pada Minggu lalu akhirnya ditemukan. Jasad pria berusia 79 tahun tersebut ditemukan mengapung di sungai Kapuas, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

"Korban ditemukan meninggal dunia di sungai sekitar lingkungan liku Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau," kata Kapolsek Dedai, AKP M Rasyid, Selasa 13 September 2022.

Penemuan korban dilaporkan oleh Kristian Hendro, Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau ke Bripka Hendri, Bhabinkamtibmas Polsek Dedai sekitar pukul 11.30 wib. Siang itu, Hindari dan tim SAR gabungan sedang melakukan penyisiran.

Rapimnas di Jakarta, Fraksi Demokrat Tak Hadir Paripurna Pandangan Fraksi Perubahan APBD Sintang

"BPBD Sanggau yang mengabarkan bahwa ada menemukan mayat di sungai sekitar lingkungan liku kecamatan Kapuas kabupaten Sanggau, kemudian mengirimkan foto," ungkap Rasyid.

Foto tersebut lantas dikroscek ke pihak keluarga oleh Bripka Hendri. Berdasarkan ciri-ciri baju yang dikenakan korban, dibenarkan bahwa mayat tersebut merupakan Abdullah, warga Dusun Kederas Hulu yang hilang tenggelam.

"Pihak keluarga mengatakan bahwa yang ada difoto adalah korban yang tenggelam,dikenali dari bentuk badan, baju yang dipakai dengan ciri-ciri warna putih bertuliskan GAP di sakunya serta banyak bercak hitam bekas percikan air sadapan karet, dan celana dalam yang dipakai walaupun wajah tidak bisa dikenali karena sudah membengkak," beber Rasyid.

Guna memastikan informasi hasil temuan tersebut Bhabinkamtibmas mengirim keluarga untuk berangkat ke RSUD Sanggau. Keluarga korban berangkat dari Dusun Kederas Hulu sekitar pukul 13.30 Wib dengan menggunakan Mobil hilux didampingi oleh Kadus Kederas Hulu Kiana.

"Pukul 17.30 Wib rombongan keluarga sampai di RSUD sanggau dan melakukan pengecekan dan dinyatakan benar bahwa jenazah tersebut adalah korban Abdullah. Selanjutnya dilakukan serahterima dan dilaksanakan fardu kipayah yang selanjutnya jenazah akan dibawa pulang untuk dimakamkan," kata Rasyid.  (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved