Penyampaian Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan APBD Oleh Pj Bupati Landak. 

Paripurna tersebut dalam rangka penyampaian nota keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Landak TA 2022 oleh Pj Bupati Landak. 

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pj Bupati Landak menyerahkan nota keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Landak TA 2022 pada DPRD 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak Heri Saman SH MH, pimpin rapat paripurna ke 8 masa sidang 1 tahun 2022 DPRD Kabupaten Landak pada Senin 12 September 2022.

Paripurna tersebut dalam rangka penyampaian nota keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Landak TA 2022 oleh Pj Bupati Landak

Hadir dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Landak Samuel SE MSi, Sekda Landak Vinsensius S Sos, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Anggota DPRD Landak.

AKBP Stevy Frits Pattiasina Bersama PJU Polres Landak Cek TPS Desa Keranji Mancal

Dalam pasal 161 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA.

Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan, dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan SiLPA harus digunakan dalam tahun berjalan, keadaan darurat, dan keadaan luar biasa.

Dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Landak Samuel menyampaikan secara umum Pendapatan Daerah dalam P-APBD TA 2022 ini sebesar Rp 1,315 triliun.

"Secara umum Pendapatan Daerah dalam P-APBD Tahun Anggaran 2022 ini sebesar Rp 1,315 triliun dengan rincian sebagai, pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 78,431 milyar, pendapatan transfer sebesar Rp 1,209 triliun. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp 27,480 milyar," ujar Pj Bupati Landak.

Belanja daerah APBD Murni TA 2022 semula dianggarkan sebesar Rp 1,330 triliun bertambah sebesar Rp 93,629 miliar, sehingga menjadi sebesar Rp 1,424 triliun.

Belanja operasi dalam APBD TA 2022 semula dianggarkan sebesar Rp 882,981 milyar, bertambah sebesar Rp 54,993 miliar sehingga menjadi sebesar Rp 937,975 miliar.

Belanja modal dalam APBD Murni TA 2022 semula dianggarkan sebesar Rp 199,923 miliar, bertambah sebesar Rp 14,796 milyar sehingga menjadi sebesar Rp 214,720 miliar.

Belanja Tidak Terduga dalam APBD Murni TA 2022 semula dianggarkan sebesar Rp 12,756 miliar, bertambah sebesar Rp 22,810 miliar sehingga menjadi sebesar Rp 35,566 miliar.

Belanja Transfer yang di dalamnya adalah Belanja Bantuan Keuangan dalam APBD Murni TA 2022 semula dianggarkan sebesar Rp 234,988 milyar, bertambah sebesar Rp 1,028 milyar sehingga menjadi sebesar Rp 236,016 milyar.

Pj Bupati Landak Samuel berharap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD segera dibahas.

"Saya berharap bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD ini segera dibahas sehingga kita tepat waktu dalam penetapannya," tutup Samuel. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved