Kesal Ditanya Saat Pulang Malam, Pria di Kubu Raya Aniaya Istri Hingga Masuk Rumah Sakit

Bahkan akibat perbuatannya itu, sang istri harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk menerima perawatan medis secara intensif.

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tersangka penganiayaan yang diamankan Polsek Rasau Jaya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kesal karena ditanyai pulang larut malam, buruh bangunan di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya menganiaya istrinya hingga babak belur.

Bahkan akibat perbuatannya itu, sang istri harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk menerima perawatan medis secara intensif.

Kapolsek Rasau Jaya IPDA Arthur Gabriel M. Siagian, S.Tr.K. menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu 7 September 2022 malam.

Muda Mahendrawan Apresiasi Layanan Sidang Ketetapan Hak Anak Umat Buddha di Kubu Raya Setiap Jumat

Saat itu, tersangka yang berinisial AH (30) baru pulang kerumah pada sekira pukul 23.30, sang istri berinisial SA (26) kemudian menanyainya mengapa pulang terlambat.

Kesal karena pertanyaan tersebut, AH yang ternyata saat itu dipengaruhi alkohol emosi dan melakukan penganiayaan terhadap istrinya.

AH menendang bagian wajah istrinya berkali - kali hingga sang istri babak belur.

Mendapat laporan penganiayaan tersebut, Polsek Rasau Kaya yang dipimpin langsung Ipda Arthur berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan.

"Dari keterangan awal korban SA, bahwa kejadian tersebut berawal ketika AH pulang larut malam dan ditanya oleh SA "kenapa pulangnya larut malam " AH tidak terima ditanya, lalu terjadi cekcok mulut dimana AH yang dalam kondisi mabuk kemudian melakukan penganiayaan terhadap SA dengan cara menendang lebih dari sekali di bagian wajah dan kepala korban,”ungkap IPDA Arthur Gabriel M. Siagian, S.Tr.K. 

Saat ini tersangka sudah diamankan Polsek Rasau guna proses hukum lebih lanjut. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved