Lokal Populer

Polres Ketapang Amankan Predator Seksual Pimpinan Yayasan Panti Asuhan

Yang mana keseluruhan perbuatan tersebut dialami korban di lokasi yayasan panti asuhan

Dok. Polres Ketapang
Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pencabulan atau pelecehan seksual di lingkungan sebuah Yayasan Panti Asuhan, di Mapolres Ketapang, Rabu 7 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang pimpinan salah satu yayasan panti asuhan di Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat berinisial IS (41) diamankan pihak kepolisian lantaran adanya laporan yang dibuat oleh seorang korban yakni anak asuhnya sendiri MF (13).

Korban membuat laporan ke Polres Ketapang setelah mengaku telah mengalami tindakan pencabulan dari IS.

Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana menjelaskan, setelah mendapat laporan tersebut, anggota Polres Ketapang yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Muhammad Yasin, S.I.K., M.A.P., langsung menahan terduga pelaku di kediamannya di panti asuhan tersebut.

"Saat diamankan, IS tidak melakukan perlawanan dan kooperatif saat dibawa petugas ke Mapolres Ketapang. Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang dikenakan korban saat terjadinya tindakan pencabulan," kata Yani dalam konferensi pers yang digelar pihaknya di Aula Mapolres Ketapang, Rabu 7 September 2022.

Kejahatan Seksual Kembali Terjadi di Sambas, Kali Ini Dibarengi Pencurian Isi Rumah

Menurut pengakuan korban, lanjut Yani, dirinya telah beberapa kali mengalami perbuatan cabul dari pelaku. Yang mana keseluruhan perbuatan tersebut dialami korban di lokasi yayasan panti asuhan. 

"Dalam keterangannya, korban juga mengatakan bahwa selain dirinya ada juga beberapa anak asuh lainnya yang menjadi korban. Namun tidak berani melaporkan lantaran takut serta masih tinggal di yayasan panti asuhan bersama terduga pelaku," ujarnya.

Yani melanjutkan, saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Ketapang bersama barang bukti untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan intensif. 

Terkait modus pelaku dalam melancarkan aksinya serta kemungkinan adanya korban lainnya, hal ini masih didalami oleh penyidik. 

Selain itu, penyidik Polres ketapang juga akan bekerja sama dengan KPAID Kabupaten Ketapang untuk memberikan pendampingan kepada korban mengingat korban masih dibawah umur.

"Kepada pelaku sendiri, dapat dijerat dengan Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun," pungkasnya.

Dapatkan Perlindungan

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Ketapang memastikan anak-anak di salah satu panti asuhan di Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang mendapatkan perlindungan dan dipindahkan ke tempat lain.

Hal itu menanggapi nasib anak-anak di salah satu panti asuhan di Ketapang yang pimpinannya berinisial IS (41) baru saja ditahan oleh Polres Ketapang dalam kasus pencabulan terhadap salah satu anak asuhnya yang masih di bawah umur.

"Sudah kita rapatkan tadi, bahwa hal itu sangat penting. Bagaimana kita memikirkan dan mempersiapkan keberlangsungan anak-anak itu baik pendidikannya, tempat tinggal dan kebutuhan lainnya setelah ini," kata Ketua KPAD Kabupaten Ketapang Harlisa, Rabu 7 September 2022.

KPAID Mempawah Sebut Kasus Kekerasan Maupun Cabul Banyak Dilakukan Orang Terdekat Korban

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved