Breaking News:

KPU Pontianak Muktahirkan Data Pemilih Berkelanjutan

Dari data yang pihaknya terima terdapat jumlah pemilih ganda antar provinsi sebanyak 7780, kemudian data ganda antar kabupaten 11340.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Komisioner KPU Kota Pontianak Divisi Perencanaan Data dan Informasi David Teguh saat diwawancarai usai Media Gathering, Jumat, 9 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komisioner KPU Kota Pontianak Divisi Perencanaan Data dan Informasi David Teguh menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

“Jadi melakukan pencermatan terhadap data yang diturunkan oleh KPU RI hasil pemadanan data dengan disdukcapil pusat,” katanya, Jumat, 9 September 2022.

Dari data yang pihaknya terima terdapat jumlah pemilih ganda antar provinsi sebanyak 7780, kemudian data ganda antar kabupaten 11340.

“Nah data-data inikan memang terjadi kegandaan karena terjadi perpindahan dokumen domilisi penduduk,” terangnya.

Baca juga: Puncak Haornas 2022, Gubernur Kalbar Launching Database Olahraga, Galeri Olahraga dan Logo Porprov

Teguh menyebutkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2019 merupakan basis data yang digunakan oleh pihaknya.

Lanjut dia, ketika data tersebut dipadankan, ditemukan data penduduk yang sebelumnya pada DPT tahun 2019 itu termasuk di dalam wilayah Kota Pontianak, namun sekarang sudah berpindah domisili.

Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya kegandaan sehingga dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Data ganda inilah yang kemudian kita bersihkan, artinya kita TMSkan di Kota Pontianak dan menjadi pemilih baru di Kabupaten yang lain,” ungkapnya.

“Demikian juga dengan pemilih yang pindah masuk di kita, itu ada sekitar 12 ribuan, itu juga di TMSkan di kabupaten lain karena kegandaan,” timpalnya

Menurut penuturannya, karena data yang pihaknya terima dominan merupakan data TMS pemilih ganda dan data pemilih meninggal dunia.

Sehingga daftar pemilih tetap di Kota Pontianak mengalami penurunan jumlah dibandingkan tahun 2019 lalu.

“Sehingga total DPT 438.455 memang angkanya terjadi penurunan dibanding dengan DPT pemilu 2019,” bebernya.

Teguh melanjutkan, saat pihaknya melakukan Rapat Kordinasi bersama KPU RI beberapa waktu lalu.

KPU RI memang menurunkan data ganda dan data penduduk meninggal.

Kendati demikian, kedepannya KPU RI juga akan memberikan data pemilih baru. Sehingga hasil selisih dari data tersebut akan dapat dilihat setelahnya.

“Nanti mereka baru memberikan data untuk pemilih baru dan pemilih pemula. Jadi kalau perakhir September ini, mungkin akan terjadi penurunan dibanding dengan 2019,” terangnya.

“Tetapi nanti setelah data pemilih baru, pemilih pemula itu masuk. Jadi mungkin nanti baru kita bisa lihat berapa banyak peningkatan hasil dari selisih pemilih baru dan pemilih TMS,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved