Lokal Populer

Kejahatan Seksual Kembali Terjadi di Sambas, Kali Ini Dibarengi Pencurian Isi Rumah

Kompol Firah Meydar mengungkapkan kronologis penangkapan tersangka berinisial EF pada Minggu 28 Agustus 2022 pukul 10.30 WIB

TribunWow
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang pria berinisial EF diringkus personel Polsek Pemangkat atas dugaan pencurian dan pencabulan yang dilakukan di Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

"Benar telah terjadi dugaan tindak pidana perbuatan cabul dan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada Minggu tanggal 28 Agustus 2022," kata Kapolsek Pemangkat Kompol Firah Meydar Hasan, Kamis 8 September 2022.

Kompol Firah Meydar mengungkapkan kronologis penangkapan tersangka berinisial EF pada Minggu 28 Agustus 2022 pukul 10.30 WIB. Ketika ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian.

"Diamankan pada Pukul 10.30 di Jalan M Sohor RT 001 RW 011 Desa Pemangkat Kota. Pada saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani," katanya.

Sambas Alami Hari Tanpa Bayangan Senin 19 September 2022

Tersangka EF pun kemudian dibawa ke Mapolsek Pemangkat untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka disangkakan pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo pasal 53 KUHP dan Pasal 363 KUHP.

"Polisi mengamankan sehelai baju warna biru lengan pendek bermotif tulisan lovely bears, sehelai celana panjang, 1 lembar akte kelahiran, satu tabung gas 3 kg hijau, dan sehelai celana jeans warna biru," katanya.

Kronologis Kejadian 

Kejadian itu bermula ketika terduga tersangka masuk ke dalam rumah pelapor melalui jendela samping dengan cara menarik hingga terbuka. Kemudian terduga pelaku menuju dapur untuk mencuri tabung gas LPG 3 kg.

Kemudian, terduga pelaku keluar melalui jendela samping untuk meletakkan tabung gas LPG yang dicuri itu di luar rumah. Pelaku kemudian kembali masuk ke dalam rumah hendak melakukan pencabulan.

"Kemudian terlapor masuk lagi ke dalam rumah pelapor dan menuju ke kamar anak pelapor yang mana pelapor sebelumnya tidak mengetahui peristiwa tersebut dikarenakan pelapor sedang tidur di dalam kamarnya yang terpisah dengan kamar anaknya," jelasnya.

Personel Polres Sambas Lakukan Pengamanan Pelantikan Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Sambas

Dia mengatakan, pelapor kemudian terbangun dari tidurnya setelah mendengar teriakan anaknya. Pelapor pun bergegas menuju kamar anaknya dan diberitahukan bahwa terjadi aksi pencabulan dilakukan EF.

"Pelapor langsung keluar rumah sambil berteriak meminta tolong kepada tetangga, dan memberitahukan kejadian itu," ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, akibat kejadian itu pelapor dan korban mengalami trauma dan kekhawatiran. Pelapor pun meminta kasus itu ditindak sesuai proses hukum yang berlaku.

"Atas peristiwa tersebut pelapor dan korban mengalami trauma dan kekhawatiran terhadap anaknya tersebut, sehingga korban meminta untuk dilakukan proses hukum yang berlaku," ungkapnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved