Organda Sepakati Kenaikan Tarif, Pontianak-Bandara Kini Rp 150 Ribu

Saat ini sudah terdapat 1.750 Anggota Organda Kalbar yang sudah mendaftar ke aplikasi MyPertamina,

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Y. Anthonius Rawing, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Pengusaha jasa transportasi angkutan darat yang tergabung dalam Organda Kalbar menyepakati kenaikan tarif angkutan darat. Kenaikan ini imbas dari kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

Dikutip dari surat kesepakatan nomor 02/skbodgandakalbar/IX/2022, tarif angkutan darat dari Pontianak-Bandara Supadio kini menjadi Rp 150.000. Surat tersebut juga mematok tarif tujuan ke daerah-daerah lainnya di Kalbar.

Sementara berdasarkan informasi yang Tribun peroleh, hingga kemarin taksi di Bandara Supadio masih mematok tarif yang sama dengan sebelum kenaikan harga BBM. Tarif tujuan ke Pontianak, berbeda-beda tiap lokasinya, Misalnya saja ke Jalan Ahmad Yani tarifnya Rp 110 ribu dan ke Jalan Gajah Mada Rp 120 ribu.

Ketua Oganisasi Angkutan Darat (Organda) Kalbar, Suhardi, mengatakan kenaikan tarif angkutan penumpang di Kalbar diambil dalam rapat yang digelar bersama dinas terkait.

"Dengan naiknya pertalite dan solar, mau tidak mau angkutan AAJ dan Non Ekonomi naik menyesuaikan harga," ujarnya, Rabu 7 September 2022.

Dalam menaikkan harga pihaknya memiliki perhitungan tersendiri yakni berpatokan di tarif batas ambang bawah sampai dengan batas atas. "Awalnya per kilometer 333 rupiah, sekarang naik 20-30 persen," tuturnya.

Nelayan Ungkap Kenaikan BBM Tidak Masalah: Tapi Kami Minta Pastikan Ketersedian Stok Selalu Ada


Tarif tersebut dikatakan Suhardi merupakan tarif khusus angkutan orang, namun untuk tarif angkutan barang pihaknya mempersilahkan pelaku usaha terkait menyesuaikan.

Dengan naiknya harga BBM ini, dikatakan Suhardi pihaknya siap menyesuaikan, namun ia berharap pemerintah dapat memastikan pasokan BBM dengan baik agar tidak terjadi kelangkaan. "Pada prinsipnya ini kurangnya pengawasan hingga spekulan banyak bermain," ujarnya.

Untuk mencegah spekulan bermain, Suhardi menilai bahwa aplikasi MyPertamina merupakan langkah yang tepat yang dapat mencegah spekulan dan mafia BBM bermain.

"Kalau semua armada ikut maka akan bisa terarah pengisian BBM untuk Organda, kami mendukung MyPertamina bisa diterapkan dan bisa mengurangi dan menghindari pemain - pemain itu," jelasnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved