KRONOLOGI Pria di Sambas Curi Tabung Gas dan Kemudian Lakukan Aksi Cabul Terhadap Anak Korban

Kemudian, terduga pelaku keluar melalui jendela samping untuk meletakkan tabung gas LPG yang dicuri itu di luar rumah. Pelaku kemudian kembali masuk k

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Seorang pria berinisial EF diduga melakukan tindak pidana pencabulan sekaligus dugaan tindak pencurian di Desa Pemangkat Kota, Kabupaten Sambas, belum lama ini.

Kapolsek Pemangkat Kompol Firah Meydar Hasan mengungkapkan kronologis tindak pidana yang dilakukan tersangka EF, Kamis 8 September 2022.

"Tindak pidana cabul dan tindak pidana pencurian terjadi Minggu 28 Agustus 2022 pukul 02.34 dini hari. Kejadian itu di dalam rumah korban di Jalan M Sohor RT 003 RW 010 Desa Pemangkat Kota," katanya.

Kejadian itu bermula ketika terduga tersangka masuk ke dalam rumah pelapor melalui jendela samping dengan cara menarik hingga terbuka. Kemudian terduga pelaku menuju dapur untuk mencuri tabung gas LPG 3 kg.

Kemudian, terduga pelaku keluar melalui jendela samping untuk meletakkan tabung gas LPG yang dicuri itu di luar rumah. Pelaku kemudian kembali masuk ke dalam rumah hendak melakukan pencabulan.

Sudahlah Mencuri, Cabul Pula, Pria di Pemangkat Sambas Berujung Ditangkap Polisi

"Kemudian pelapor masuk lagi ke dalam rumah pelapor dan menuju ke kamar anak pelapor yang mana pelapor sebelumnya tidak mengetahui peristiwa tersebut dikarenakan pelapor sedang tidur di dalam kamarnya yang terpisah dengan kamar anaknya," jelasnya.

Dia mengatakan, pelapor kemudian terbangun dari tidurnya setelah mendengar teriakan anaknya. Pelapor pun bergegas menuju kamar anaknya dan diberitahukan bahwa terjadi aksi pencabulan dilakukan EF.

"Pelapor langsung keluar rumah sambil berteriak meminta tolong kepada tetangga, dan memberitahukan kejadian itu," ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, akibat kejadian itu pelapor dan korban mengalami trauma dan kekhawatiran. Pelapor pun meminta kasus itu ditindak sesuai proses hukum yang berlaku.

"Atas peristiwa tersebut pelapor dan korban mengalami trauma dan kekhawatiran terhadap anaknya tersebut, sehingga korban meminta untuk dilakukan proses hukum yang berlaku," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved