Lokal Populer

Sebanyak 30 Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Pembuatan Pokok Telok dan Hampers

Yanieta Arbiastutie menyampaikan, bahwa dirinya memang telah menginginkan agar penyandang disabilitas ini memiliki aktivitas yang produktif

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyerahkan secara simbolis sertifikat kepada peserta pelatihan pembuatan pokok telok dan hampers. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dekranasda Kota Pontianak dan TP PKK Kota Pontianak menggelar pelatihan pembuatan pokok telok dan hampers untuk penyandang disabilitas di Kota Pontianak Kalimantan Barat, di Gedung UMKM Center, Minggu 4 September 2022.

Sedikitnya pada pelatihan ini diikuti oleh 30 penyandang disabilitas.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menyampaikan, bahwa dirinya memang telah menginginkan agar penyandang disabilitas ini memiliki aktivitas yang produktif.

"Kami ingin para penyandang disabilitas meski dengan keterbatasannya tetapi mereka bisa mengembangkan keterampilan mereka sehingga bisa membantu perekonomian keluarga," ujarnya pada acara penutupan pelatihan pembuatan pokok telok dan hampers di Gedung UMKM Center, Minggu 4 September 2022.

Start Up Dynamic Buzz Asal Pontianak Masuk Top 10 Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2022

Lebih lanjut ia menyebutkan, saat ini tercatat  sebanyak 1.161 orang penyandang disabilitas di Kota Pontianak dan 808 orang diantaranya merupakan dari kalangan usia produktif.

"Sehingga saat memang berkeinginan agar penyandang disabilitas di Pontianak punya kesempatan yang sama untuk berkreativitas dan berinovasi dengan hasil yang dibuatnya meskipun terkendala fisik," paparnya.

Yanieta menambahkan, bagi mereka yang belum berkesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut, pihaknya akan membuat pelatihan ini secara berkelanjutan. Hal ini dikarenakan kapasitas tempat yang terbatas sehingga dilaksanakan secara bertahap.

"Kapasitas tempat pelatihannya kan terbatas, jadi pelatihan ini kami buat secara bertahap sehingga yang lain juga dapat kesempatan yang sama," sambungnya.

Dipilihnya pokok telok dan hampers sebagai materi pelatihan, menurut Yanieta, lantaran pembuatannya mudah dan waktu yang dibutuhkan pun cukup singkat.

Selain itu, kedua produk tersebut dinilainya banyak dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, misalnya ulang tahun, acara pernikahan, paket hari raya dan lain sebagainya.

"Sehingga konsumen yang memerlukan kedua produk tersebut tidak lagi kesulitan untuk memesan karena konsumen cukup menghubungi satu pengrajin untuk memesan pokok telok, hampers atau keduanya," ungkapnya.

"Tadi saya dapat laporan, sudah ada peserta pelatihan yang mendapatkan pesanan untuk acara pernikahan," tukasnya.

Terima Orderan

Satu di antaranya yang mendapat pelatihan tersebut adalah Linda Fardini (36).

Pelebaran Jalan Sultan Hamid II Pontianak Menjadi 2 Jalur Akan Dilaksanakan Pada 2023

Ia mengakui bahwa pelatihan tersebut sangat sangat bermanfaat baginya, bahkan ketika pelatihan berlangsung, dia telah menerima pesanan sebanyak 30 batang pokok telok dari konsumen luar kota di bulan Oktober.

"Waktu pelatihan, hasil pelatihannya saya posting di status, menerima pesanan pembuatan pokok telur untuk pengiriman dalam kota dan luar kota, Alhamdulillah langsung ada yang memesan dari Sambas, Mempawah dan Sekadau," ujarnya usai ikuti pelatihan.

Profesinya sebagai make-up artis (MUA) pun semakin mempermudah dalam memasarkan pokok telok dan hampers yang dibuatnya.

Untuk itu, dirinya berencana akan membuat paket pengantin berupa tata rias, pokok telok dan hampers sebagai kelengkapannya.

"Kebetulan profesi saya mendukung, setelah pelatihan ini saya sudah bisa menawarkan satu paket, merias pengantin, pokok telok dan hampers," tukasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved