BBM Subsidi Naik

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Pihak Pertamina Tegaskan Stok di Kalbar Aman dan Tersedia

“Keadaan stok BBM di Kalbar mulai dari perlatile dan solar dalam kondisi aman dan tersedia,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 4 September 2022.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 3 September 2022.

Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000/liter. Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik hari ini dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500/liter.

Dengan terjadinya kenaikan BBM ini, Area manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Susanto August Satria menegaskan bahwa untuk ketahanan stok BBM di Kalbar.

Diantaranya untuk stok solar di Kalbar masih mencukup sampai 12 hari kedepan, dan Pertalite masih cukup hingga 10 hari kedepan.

“Keadaan stok BBM di Kalbar mulai dari perlatile dan solar dalam kondisi aman dan tersedia,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 4 September 2022.

Ia menyampaikan terkait stok saat ini hingga 12 hari kedepan seperti solar akan terus berjalan, artinya bukan berarti setelah lewat beberapa hari menjadi kosong, sebab produksi dilakukan setiap hari di kilang dan pengiriman melalui kapal dilakukan berkala.

Jenis Motor dan Mobil Boleh Pakai Pertalite atau Solar dan Syarat Dapat BBM Subsidi

Ia juga mengingatkan bagi kendaraan yang merasa berhak membeli BBM subsidi silakan mendaftarkan kendaraannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga sebelumnya telah melaporkan jumlah kendaraan yang sudah mendaftar Program Subsidi Tepat Pertamina sampai dengan Selasa (30/8) sudah menembus 50 ribu kendaraan.

Susanto August Satria mengatakan saat ini pihaknya terus gencar melakukan sosialiasi pendaftaran BBM subsidi melalui website subsiditepat.mypertamina.id .

“Saat ini tercatat sebanyak 50 ribu kendaraan telah terdaftar di Program Subsidi Tepat," kata Satria menjelaskan untuk di wilayah Regional Kalimantan.

Satria mengajak masyarakat yang merasa berhak untuk segera melakukan registrasi program Subsidi Tepat. Pertamina memberikan tiga cara bagi masyarakat untuk melakukan pendaftaran, yakni bisa melalui website subsiditepat.mypertamina.id, kedua bisa lewat aplikasi MyPertamina atau langsung datang ke booth registrasi yang ada di SPBU.

Selain itu, Satria juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan BBM Subsidi dan supaya masyarakat mampu membeli bahan bakar Pertamax Series dengan RON minimal 92, agar BBM subsidi dapat dikonsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mobil mewah jangan isi BBM Subsidi, supaya kuota yang ada dapat tercukupi dan dialokasikan tepat sasaran,” ujar Satria.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan, apalagi meniagakan kembali BBM Subsidi, karena hal tersebut merupakan pelanggaran yang dapat diberikan sanksi pidana oleh aparat berwajib.

Kembali Satria menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada lembaga penyalur Pertamina yang terbukti melakukan pelanggaran dalam distribusi BBM Subsidi.

“Hingga Agustus 2022, Pertamina telah melakukan pembinaan kepada sebanyak 33 SPBU dari seluruh wilayah Regional Kalimantan,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan terhadap pelayanan maupun produk dari Pertamina, dapat menghubungi kontak resmi Pertamina di 135 atau mengakses website resmi Pertamina di www.pertamina.com. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved