Sungai Sekapat Meluap, 200 KK Warga Desa Kayu Dujung Ketungau Tengah Terdampak Banjir

Kapolsek Ketungau Tengah, Iptu Hadi Sutikno menyebut air sungainmasih potensi naik karena saat ini masih diguyur hujan.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ratusan kepala keluarga di Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan terdampak banjir luapan sungai sekapat. Luapan air sungai sekapat tampak merendam sejumlah pemukiman penduduk, sekolah, dan fasilitas lainnya di tiga dusun. Banjir di Desa Kayu Dujung disebut-sebut baru kali ini terjadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ratusan kepala keluarga di Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan terdampak banjir luapan sungai sekapat.

Luapan air sungai sekapat tampak merendam sejumlah pemukiman penduduk, sekolah, dan fasilitas lainnya di tiga dusun. Banjir di Desa Kayu Dujung disebut-sebut baru kali ini terjadi.

"Pertama dalam sejarah Desa Kayu Dujung di landa banjir," tulis Aris.

Banjir disebabkan curah hujan tinggi menyebabkan daerah perhuluan Sungai Sekapat dilanda banjir bandang. Desa Kayu Dujung merupakan desa paling hulu di sungai Sekapat, Ketungau Tengah.

Baca juga: Mahasiswa UMP Kampus Sintang Kembangkan Aplikasi Sayur Segar untuk Petani Desa Merarai I

"Tidak ada laporan korban jiwa. Tapi banyak harta benda warga yang disapu banjir," kata Siman Lukas.

Sekretaris Kecamatan Ketungau Tengah, Benyamin melaporkan banjir terjadi pada Jumat kemarin. Saat ini, infrastruktur rusak dan rumah warga serta fasilitas umum proses pendataan.

"Sungai sekapat meluap, 3 dusun dan KK 200 an KK. Infrastruktur masih dalam pendataan lapangan. Sekarang agak surut.
Laporan sementara dari 29 desa hanya kayu dujung yang parah, yang lain rumah warga belum terdampak. Ada 3 Dusun yang kena banjir info sementara, Dusun Jelemuk, Dusun Nanga Sarang dan Dusun Engkirap," kata Benyamin dikonfirmasi Tribunpontianak, Sabtu 3 September 2022.

Forkopincam Ketungau Tengah sudah berkoordinasi dengan kepala desa se kecamatan ketungau tengah agar selalu siap siaga menghadapi bencana.

"Kami juga sudah berkordinasi dengan pemerintahan desa kayu dujung tentang perkembangan kondisi banjir di lapangan

Kapolsek Ketungau Tengah, Iptu Hadi Sutikno menyebut air sungainmasih potensi naik karena saat ini masih diguyur hujan.

"Saya hari mau berangkat ke Jelemuk dengan anggota Polsek, sambil bawa bantuan beras untuk dapur umum. Tadi malam sudah surut tapi karena malam tadi sampai pagi ini masih hujan, dimungkinkan air naik lagi. Kami masih menunggu hujan agak reda mau berangkat, karena kondisi jalan licin," kata Hadi.

Warning BMKG

Supriandi, Kepala Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang mengatakan telah terjadi hujan sedang hingga lebat dengan durasi yang cukup lama pada tanggal 2 September 2022 mulai jam 01.40 WIB s.d.10.20 WIB, dan berlanjut menjadi hujan ringan sampai jam 12.20 WIB. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir di Kecamatan Ketungau Tengah.

Fenomena meteorologis yang mempengaruhi kondisi tersebut yaitu karena adanya pola angin konvergen di atas wilayah Kabupaten Sintang yang menyebabkan massa udara berkumpul dan membentuk awan konvektif di atas wilayah tersebut.

Kondisi ini juga didukung oleh tambahan suplai uap air dari fenomena La-Nina lemah, IOD negatif, dan anomali suhu muka laut yang hangat di sekitar wilayah Kalimantan Barat, menyebabkan massa udara yang terkumpul semakin banyak sehingga membentuk awan-awan hujan di wilayah Kabupaten Sintang.

"Prakiraan cuaca wilayah Kabupaten Sintang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada tanggal 2 s.d. 4 September," kata Supriandi.

Berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian (10 harian) tanggal 1 s.d. 10 September 2022, terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi pada beberapa kecamatan di Kabupaten Sintang.

Kondisi ini kata Supriandi dapat memicu terjadinya peningkatan potensi bencana hidrometeorologi berupa longsor pada daerah berlereng, angin kencang/puting beliung, banjir pada kawasan bantaran sungai, pemukiman penduduk, dataran rendah, lahan pertanian/perkebunan, serta potensi rusaknya tanaman pertanian/perkebunan.

"Menyikapi kondisi tersebut di atas agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi khususnya di wilayah Kabupaten Sintang, serta selalu mengikuti informasi dari Stasiun Meteorologi Tebelian atau melaui media sosial resmi milik BMKG dan Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang serta melalui," jelas Supriandi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved