Lokal Populer

Meski Alami Penurunan, Masih Ada Korban Jiwa Akibat Rabies di Kalimantan Barat

Sepanjang 2022 1 Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 7 orang meninggal

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penampakan Anjing diduga terinfeksi rabies yang sempat mengigit empat warga Kelurahan Roban. Kamis 12 Agustus 2021. 

Menurut Sinto, sebenarnya jika warga yang digigit anjing cepat mendapatkan pertolongan dan divaksin anti rabies, nyawanya dapat tertolong.

"Sebenarnya hal ini tidak harus terjadi sampai meninggal kalau pada saat terjadi gigitan anjing itu langsung mendapatkan pengobatan penyuntikan vaksin anti rabies. Nah ini yang kita sosialisasikan kepada masyarakat. Memang ada beberapa kasus gigitan anjing yang tidak sampai meninggal, karena setelah digigit langsung ke puskesmas untuk vaksin anti rabies, di Sintang juga ada tapi langsung divaksin," jelas Sinto.

Ciri Anjing Rabies yang Harus Dipahami sebagai Cara Mencegah Rabies

Meski stok vaksin anti rabies masih tersedia, Sinto sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menambah stok vaksin ke Kabupaten Sintang.

"Kita sudah lakukan promosi kesehatan, mengimbau supaya yang memiliki anjing supaya dikurung tidak dibiarkan keliaran. Kita juga sudah melakukan sosialisasi penyakit rabies. Kita sudah memantau dan berkoordinasi dengan pusat untuk dropping lagi vaksin anti rabies. Tapi saat ini masih cukup tersedia, kita masih punya 100 an vial," ujar Sinto.

Kasus Meningkat

Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan meningkat beberapa bulan terakhir. Bahkan, sudah ada korban jiwa di Kecamatan Sepauk.

"Rabies kasusnya sangat tinggi untuk beberapa bulan ini. Laporan dari desa banyak kami terima, langsung kami tindaklanjuti. Tapi teman-teman sudah berbuat dan yang dilaporkan semua sudah divaksin," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Eka Dahliana kepada Tribunpontianak, Kamis 1 September 2022.

Kasus gigitan anjing tersebar di Kecamatan Dedai dan Sepauk. Satu warga yang meninggal, warga Desa Buluh Kuning. Kasus terbaru gigitan anjing menyerang anak di Desa Tanjung Balai.

"Terlahir laporan tadi malam di sepauk, Desa Tanjung Balai ada 3 orang yang digigit anjing. Dan anjingnya kata mereka sudah ditembak karena liar. Supaya jangan sampai menyebar. Besok kami akan ke sana untuk vaksinasi," ungkap Eka.

Menurut Eka, satu warga yang meninggal pasca digigit anjing tidak segera mendapatkan perawatan dan suntik vaksin. Seharusnya, jika ada kasus gigitan harus segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk ditangani.

"Yang meninggal ini tidak langsung ke Puskesmas, tidak langsung disuntik vaksin untuk pencegahan. Gejalanya 2 minggu setelah gigitan, sama dengan anjing yang kena rabies. Gejala demam, nyeri, pusing, mual muntah. Terakhir sampai meninggal keluar liur dan berbusa. Waktu kena gigit diabaikan ndak dibawa ke puskesmas, sehingga meninggal," beber Eka.

Berdasarkan uji laboratorium, anjing yang menggigit warga hingga meninggal dunia positif rabies. "Kejadian di buluh kuning sampel kepala anjingnya sudah dikirim sampel ke lab hasilnya positif (rabies)," jelasnya.

Hingga saat ini, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sudah melakukan vaksinasi terhadap 3 ribu lebih ekor anjing untuk mengantisipasi rabies.

"Di sepauk kami vaksinasi di daerah buluh kuning sekitar 920 ekor anjing. Vaksin kami tersedia 4 ribu, sisa 900. Sudah 3 ribu lebih kami vaksin," ujar Eka.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved