Lokal Populer

Meski Alami Penurunan, Masih Ada Korban Jiwa Akibat Rabies di Kalimantan Barat

Sepanjang 2022 1 Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 7 orang meninggal

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penampakan Anjing diduga terinfeksi rabies yang sempat mengigit empat warga Kelurahan Roban. Kamis 12 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalbar Muhammad Munsif mengatakan sepanjang 2022 sebanyak 7 orang di Kalbar meninggal akibat rabies.

"Korban gigitan hewan penular rabies (HPR) sebanyak 1.260. Sedangkan hewan penular rabies yang menggigit berjumlah 1.211. Sepanjang 2022 1 Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 7 orang meninggal," ujarnya.

Munsif mengatakan dari 10 sampel kepala HPR atau hewan pembawa rabies yang dominan adalah anjing yang diuji laboratorium dengan metoda FAT.

"Seluruhnya or 100 persen positif carier virus rabies," ujarnya.

Kasus Gigitan Anjing Rabies Tinggi di Sintang, Satu Orang Meninggal

Penyakit Rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh Virus (Lyssa virus) yang bisa menyerang manusia dan hewan.

Untuk di Kalbar sendiri ada beberapa kasus rabies yang menyerang hingga menyebabkan kematian karena telat penanganannya.

Pada tahun 2017 ada 22 orang yang meninggal, di tahun 2018 ada 25 orang dan tahun 2019 sampai sekarang menurun hanya 8 orang yang meninggal karena penyakit rabies.

Selain kasus kematian, ada kasus gigitan pada tahun 2017 ada 3326 kasus gigitan hewan penyebab rabies. Kemudian dari tahun 2018 ada 3873, dan 2019 sampai saat ini ada 2921 gigitan hewan penyebab rabies.

Status KLB

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, belum dicabut sejak ditetapkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno pada tahun 2016. Hingga saat ini, kasus gigitan masih ditemukan. Bahkan, satu warga Sepauk dilaporkan meninggal dunia.

"Jadi KLB rabies untuk di Kabupaten Sintang ini belum pernah dicabut. Sampai sekarang statusnya tetap KLB. Kalau benar tidak ada lagi kasusnya, baru dicabut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Kamis 1 September 2022.

Satu warga sepauk yang meninggal pasca digigit anjing disebut Sinto lantaran tidak segera mendapatkan pertolongan dan suntik vaksin anti rabies.

"Memang betul ada korban meninggal karena gigitan anjing. Seorang pria, setelah digigit anjing dia tidak langsung mendapatkan pengobatan. Jadi dia berobat, pada saat sudah mulai kejang, kaku, baru dibawa ke puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit kemudian akhirnya meninggal. Anjing yang menggigit sudah kita kirim sampelnya dan sudah dinyatakan positif rabies," ungkap Sinto.

Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat yang ditemukan kasus gigitan anjing.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved