Karyawan Somasi Manajemen PTPN XIII Karena Tak Hormati Putusan Majelis Hakim

Dikatakannya lagi. Dan bahkan kliennya juga sudah bersurat ke manajamen PTPN (Persero), namun tidak ada respon.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah
Karyawan PTPN XIII Jan Purdy Rajagukguk Didampingi Kuasa Hukum Sinar Bintang (SB) Aritonang mengelar konferensi pers pada Jumat 2 September 2022 di Pontianak terkait diduga manajemen PTPN XIII (Persero) Kalbar melakukan demosi dan tidak melaksanakan hasil putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Sanggau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Manajemen PTPN XIII Kalbar di duga tidak menghormati putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung RI dengan memulihkan nama baik dan martabat seorang karyawan PTPN XIII (Persero) Kalbar yang di vonis bebas dari tuntutan perkara pencemaran nama baik.

Diketahui, seorang karyawan PTPN XIII Kalbar (Persero) Jan Purdy Rajagukguk yang dulunya menjabat Manajer Kebun PTPN XIII di Parindu, di laporkan oleh Sutek P Mulih yakni seorang GM PTPN XIII di Parindu pada tahun 2020 ke Polsek Tayan Hulu jajaran Polres Sanggau.

Namun seiring berjalan proses hukum, akhirnya karyawan PTPN XIII Kalbar (Persero) Jan Purdy Rajagukguk di vonis bebas oleh Pengadilan Negeri Sanggau pada 2 Desember 2021 dengan putusan menyatakan terdakwa Jan Purdy Rajagukguk tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, membebaskan terdakwa dari semua dakwaan penuntut umum, memulihan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan harkat serta martabat, mengembalikan barang bukti dan membebankan biaya perkara pada negara.

Karyawan PTPN XIII Jan Purdy Rajagukguk Didampingi Kuasa Hukum Sinar Bintang (SB) Aritonang mengelar konferensi pers pada Jumat 2 September 2022 di Pontianak terkait diduga manajemen PTPN XIII (Persero) Kalbar melakukan demosi dan tidak melaksanakan hasil putusan Pengadilan Negeri Sanggau.

Wabup Ontot Hadiri Selebrasi Penyalaan Listrik Captive Power dan Agriculture PTPN XIII

"Klien saya yakni yang sebenarnya seorang whistle blower mengungkap kasus korupsi di tubuh PTPN XIII Kembayan II yang telah menggelontorkan dana besar sekitar Rp 52 miliar untuk tanam baru kelapa sawit itu sia-sia karena tidak ada yang bisa di panen, tapi bukan hanya itu klien saya ini mengungkap modus operandi PTPN XIII di Kebun Ngabang II serta kebun di Kaltim dan Kalsel,"kata SB Aritonang.

Dikatakannya lagi, justru klien saya dikriminalisasi dengan tuduhan dan dakwaan terkait perbuatan pencemaran nama baik dan di proses hukum dan akhirnya dalam proses hukum itu di vonis bebas oleh PN Sanggau di perkuat di tolaknya kasasi dari JPU oleh Mahkamah Agung RI.

"Terkait putusan PN dan MA, Saya telah melakukan somasi 3 x 24 jam kepada Direktur Holding PTPN III yakni M.Abdul Gani pada 29 Agustus 2022 , tapi tidak ada respon untuk melaksanakan putusan majelis hakim yang telah berkuatan hukum tetap,"kata Kuasa Hukumnya Jan Purdy Rajaguguk, SB Aritonang.

Dikatakannya lagi. Dan bahkan kliennya juga sudah bersurat ke manajamen PTPN (Persero), namun tidak ada respon.

"Dan bahkan tadi pagi, klien saya hanya di temui oleh staf-staf manajemen PTPN XIII, bukan untuk tindak lanjut putusan majelis hakim, padahal kami berharap direktur PTPN XIII, tapi beliau enggan menemui kami, maka kami menilai Manajemen PTPN XIII tidak mau melaksanakan putusan majelis hakim yang telah berkuatan hukum tetap, "pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved