Gubernur Sutarmidji Batasi Operasional Roda 6, Organda Kalbar Siap Patuhi Aturan

Sebelumnya kami juga sudah mengikuti rapat pada forum lalu lintas, dan kami mendukung hal yang sudah dikeluarkan

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Sutarmidji Saat Ditemui di depan ruang kerjanya, Selasa 30 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan operasional angkutan barang kendaraan roda enam atau lebih. Aturan tersebut meliputi kendaraan yang akan melintas di Jembatan Kapuas 2, jalan nasional, jalan provinsi, Pontianak, dan Kubu Raya.

Kendaraan roda enam atau lebih dan kendaraan kontainer 20 feet hanya boleh beroperasi pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 14.00. Kemudian pukul 19.00 sampai dengan pukul 05.00.
Kemudian, kendaraan kontainer berukuran 40 feet hanya boleh beroperasi pukul 22.00 sampai dengan pukul 05.00. Pembatasan tersebut akan berlaku mulai 12 September 2022.

Terkait Pembatasan tersebut, Ketua Organda Kalimantan Barat Suhardi menyampaikan pihaknya sudah mendapatkan edaran tersebut dan siap menjalankan edaran gubernur Kalbar.

"Sebelumnya kami juga sudah mengikuti rapat pada forum lalu lintas, dan kami mendukung hal yang sudah dikeluarkan. Kami sudah terima, kami sudah sampaikan ke anggota yang ada di Kota Pontianak maupun luar kota, agar memahami aturan baru terkait jam operasional," ujarnya, Jumat 2 September 2022.

Sukseskan Mukerda DPD Organda, Jasa Raharja Kalbar Gelar Kegiatan Sosialisasi

Ia mengatakan sebelumnya memang ada keberatan dari anggota khususnya angkutan barang dari pelabuhan. Para sopir angkutan pelabuhan khawatir akan terjadi penumpukan antrean kendaraan. Namun, setelah koordinasi, seluruh anggota setuju dan menerima keputusan rapat tersebut.

Khusus dari Organda ia mengatakan berharap Jembatan Kapuas 3, serta duplikasi jembatan Kapuas 1 dapat segera terwujud. Sehingga dapat menguraikan kemacetan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

"Kalau memang Duplikasi Kapuas 1 dibangun teman-teman berharap bisa dilalui, dan sebelumnya sudah dibahas. Apakah nanti dari dalam kota keluar kota saja, atau bagaimana karena kalau keluar masuk kendaraan besar lewat situ semua, tetap bisa macet. Penyebabnya jarak simpang 4 dekat sekali. Hal itu lah yang membuat macet. Teman-teman berkeinginan tapi nanti kami bicarakan lagi," tuturnya.

Sopir Keberatan

Sementara itu sejumlah sopir angkutan roda enam atau lebih mengaku keberatan dengan adanya surat edaran yang dilayangkan oleh Gubernur Kalimantan Barat terkait pembatasan operasional. Pembatasan operasional itu akan berlaku pada Senin 12 September 2022 mendatang.

Rokib, satu di antara sopir mengaku keberatan. Menurutnya jika hanya untuk menghindari kemacetan bukan merupakan kesalahan pengguna jalan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved