Kisah Pegawai PTPN XIII, Laporkan Dugaan Korupsi Berujung di Kriminalisasi, Menang Hingga Kasasi

Selanjutnya dugaan korupsi dalam pengembangan kebun di daerah Kalimantan Timur serta Kalimantan Selatan dengan berbagai modus.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Jan Purdy Rajagukguk Pegawai PTPN XIII bersama Kuasa hukumnya Sinar Bintang Aritonang saat bertemu awak media di Pontianak, Jumat 2 September 2022. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah perjuangan dalam persidangan selama dua tahun, Jan Purdy Rajagukguk pegawai PTPN XIII bisa bernafas lega karena pengadilan telah memutusnya bebas murni dari segala dakwaan.

Dalam putusan Mahkamah Agung RI dengan nomor putusan 542 K / Pid / 2022 tanggal 23 Juni 2022 menyatakan terdakwa Ir. Jan Purdy Rajagukguk tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif kesatu dakwaan alternatif kedua dan dakwaan alternatif ketiga penuntut umum.

Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan penuntut umum.

Memulihkan hak - hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan harkat serta martabatnya.

Rayakan Harpelnas 2022, Manajemen Kawan Lama Group Sapa Pelanggan Langsung

Sebelumnya pada tahun 2020 dirinya dilaporkan ke Polsek Tayan Hulu atas dugaan pencemaran nama baik.

Jan Purdy Rajagukguk melalui kuasa hukumnya Sinar Bintang Aritonang menceritakan bahwa sebelum dilaporkan tersebut kliennya ditunjuk oleh Direktur PTPN XIII saat itu Alexander Maha untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti terkait dugaan korupsi di tubuh PTPN XIII sesuai semangat Menteri BUMN Erik Thohir.

'jadi Alexander Maha membuat surat kuasa khusus kepada klien saya untuk melaporkan dugaan korupsi,"ujarnya.

Dari hasil pengumpulan bukti dugaan korupsi tersebut, diduga terjadi dugaan korupsi di berbagai program pengembangan, diantaranya dugaan korupsi penanaman kelapa sawit tanaman baru seluas 1.150 ha yang menelan dana hingga 52,7 milyar di Kembayan II, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Selanjutnya dugaan korupsi dalam pengembangan kebun di daerah Kalimantan Timur serta Kalimantan Selatan dengan berbagai modus.

Lalu, pada tubuh PTPN XIII diduga mengalami penurunan aset, kemudian adanya dugaan pengadaan pupuk Holding palsu yang menyebabkan rendahnya produksi, dan ada diantara dugaan korupsi lainnya yang pihaknya mengklaim telah memiliki berbagai bukti.

Dugaan korupsi di tubuh PTPN XIII itupun pada tahun 2020 sudah dilaporkan ke pihak penegak hukum, namun dikatakannya hingga saat ini laporan dugaan kurupsi tersebut belum ditindaklanjuti seluruhnya hingga P21.

Namun Tidak lama setelah melaporkan berbagai dugaan korupsi itu, Sinar Bintang Aritonang mengatakan bahwa kliennya di kriminalisasi dengan dilaporkan ke Polsek Tayan Hulu atas dugaan pencemaran nama baik pada tahun 2020 oleh orang lain, yang kemudian oleh PN Sanggau tanggal 2 Desember 2021 di putus bebas murni yang kemudian dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung RI dengan nomor putusan 542 K / Pid / 2022 tanggal 23 Juni 2022.

"Keputusannya Pengadilan jelas, khususnya pada poin tiga, memulihkan hak - hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya, dan itu harus dipenuhi oleh PTPN XIII wajib hukumnya, karena ini sudah ada putusan Mahkamah Agung, dan atas hal ini saya sudah mensomasi direktur PTPN disini,"tegasnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved