Air Bersih Berlimpah, Siswi SMAN 01 Sepauk Sintang Harap Perbanyak Saluran Air ke Tiap Kelas

"Kami membutuhkan saluran lebih untuk mengakses air bersih. Kami agak kesulitan mendapatkan air karena hanya tersedia di 1-2 tempat saja. Saluran air

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Valentina
Sumber air bersih di SMAN 01 Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tak menjadi soal. Musim kemarau sekalipun, guru dan siswa, tak pernah merasa kekurangan. Dua sumur bor dan air ledeng PDAM lebih dari cukup menyuplai kebutuhan air bersih ke sekolah unggulan di Kecamatan Sepauk. 

Forum Anak Kecamatan Sepauk, Valentina

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sumber air bersih di SMAN 1 Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tak menjadi soal. Musim kemarau sekalipun, guru dan siswa, tak pernah merasa kekurangan.

Dua sumur bor dan air ledeng PDAM lebih dari cukup menyuplai kebutuhan air bersih ke sekolah unggulan di Kecamatan Sepauk.

"Kualitas air bersih di sini sudah baik. Namun, saluran air ke setiap kelas yang kurang," kata Vivian Chang, siswi SMAN 1 Sepauk.

Vivian menyebut, saluran air bersih di SMAN 01 Sepauk, hanya dua titik. Hal inilah yang menyebabkan dia dan siswa lainnya kesulitan mengakses air bersih.

"Kami membutuhkan saluran lebih untuk mengakses air bersih. Kami agak kesulitan mendapatkan air karena hanya tersedia di 1-2 tempat saja. Saluran air yang terbatas. Kedepan harus diperbanyak lagi, sehingga setiap kelas tidak kesulitan untuk mendapatkan air," harap Vivian.

Kepala SMAN 01 Sepauk, Sothian Ermarno menyebut akses air bersih di setiap kelas sebelumnya pernah dibuat melalui saluran keran air yang pasang disamping kelas masing-masing.

Sintang Masih Berstatus KLB Rabies, Satu Nyawa Kembali Melayang Akibat Rabies

"Namun karena kecerobohan dan prilaku siswa saluran tersebut patah dan tidak bisa digunakan lagi," katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Tian oleh muridnya ini berencana akan menambah sumur bor di areal sekolah yang dekat dengan bangunan sekolah. Tujuannya, untuk memudahkan siswa mengakses fasilitas jamban untuk buang air kecil dan besar.

"Tapi tidak dalam waktu dekat ini, kemungkinan tahun depan," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved