Zulfydar Sebut Sektor Pariwisata, Perdagangan dan Jasa di Kota Pontianak Potensi Tingkatkan PAD

Keberadaan destinasi wisata ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengembangkan dunia usahanya, baik kuliner maupun produk usaha UMKM lainnya.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad rokib
Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak merupakan Kota Perdagangan dan Jasa. Selain itu, Kota Pontianak juga memiliki beberapa destinasi wisata yang telah ditata oleh pemerintah.

Keberadaan destinasi wisata ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengembangkan dunia usahanya, baik kuliner maupun produk usaha UMKM lainnya.

Anggota DPRD Kota Zulfydar Zaidar Mochtar menyebut, bahwa sektor usaha, baik perdagangan, jasa dan pariwisata bisa dimanfaatkan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Terkhusus saat ini dalam masa pemulihan ekonomi Pasca Pandemi Covid-19, maka sudah harus sektor tersebut bisa disikapi dengan serius oleh semua pihak dengan bekerja dengan tupoksinya masing-masing sesusia dengan program yang disusun. Kemudian kedisiplinan juga harus kita tingkatkan dalam rangka untuk meningkatkan target pendapatan asli daerah yang targetnya pada tahun 2023 bisa mencapai Rp1,87 triliun,” ujarnya, Senina 29 Agustus 2022.

Baca juga: Kadiskes Harap Kebakaran Segera Teratasi Sehingga Tidak Menganggu Pelayanan Kesehatan di RS Untan

“Kita harap target itu bisa dilampaui dengan memaksimalkan peluang-peluang yang ada. Misalnya dengan kehadiran semakin banyaknya warkop -warkop maupun restoran dan rumah makan, serta destinasi wisata. Artinya yang berkaitan dengan kuliner, UMKM dan lainnya. Pemerintah harus melakukan penataan dan memanfaatkan peluang ini agar PAD bisa meningkat,” tambah Zulfydar.

Disisi lain tentu tidak hanya itu, tapi kata Zulfydar peluang jasa dan perdagangan diharapkan bisa terjadi peningkatan kualitasnya lebih cenderung memaksimalkan kondisi yang ada.

Menurutnya, mobilitas dengan kepadatan penduduk 672 ribu jiwa ditambah lagi dengan warga yang datang dari luar Kota Pontianak yang diprediksi bisa mencapai 1 juta jiwa aktivitas masyarakat di Ibukota Provinsi Kalbar ini yang bisa dijadikan peluang dan dimanfaatkan oleh para pedagang, pemilik restoran, warkop, perhotelan, jasa perjalanan dan usaha lainnya dan termasuk peran pemerintah.

Sehingga inovasi-inovasi yang berkaitan dengan sektor itu dapat dikelola dengan baik.

“Kita juga harus mengukur PAD ini bisa ditingkatkan secara maksimal,” katanya.

Sebagai Kota jasa dan perdagangan lanjut Zulfydar, harus mampu untuk menumbuh kembangkan kluster-kluster pembangunan yang dilakukan pemerintah seperti misalnya destinasi wisata, jasa, kuliner, mall dan lainnya agar mampu dihidupkan.

“Misalnya contoh kecil di sektor wisata, harus ada jasa tukang foto yang ditata oleh pemerintah untuk memotret pemandangan wisata yang indah. Sehingga bagi mereka yang data bisa mengenang Kota Pontianak untuk bisa kembali lagi dan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pontianak lebih banya lagi. Sehingga kawasan itu tidak boleh kumuh,” tuturnya.

Selain itu, Zulfydar juga menyarankan agar seharusnya Pemerintah Kota Pontianak bisa menyediakan paket wisata bagi warga luar yang ingin berkunjung ke Kota Pontianak.

Dengan demikian, di semua lini bisa terakomodir dengan maksimal dan target PAD bisa terkaver.

Hal itu, lantaran Kota Pontianak ini dinilainya memiliki keunikan dari daerah lainnya seperti di sektor wisata, kuliner dan budaya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved