Ungkap Dua Kasus Tindak Pidana Karhutla, Polres Ketapang Imbau Warga Pahami Aturan Membuka Lahan

Sesampainya di lokasi hotspot, lanjut Anton, petugas mendapati sekitar 0,2 hektar lahan sudah dalam keadaan terbakar, dengan beberapa barang bukti ber

TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Rilis sejumlah kasus tindak pidana termasuk Karhutla di Aula Mapolres Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Jajaran Polres Ketapang melalui Satuan Reskrim (Satreskrim) berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama bulan Agustus 2022.

Wakapolres Ketapang, Kompol Anton Satriadi mengatakan, kasus pertama tindak pidana Karhutla tersebut diungkap di lokasi lahan yang terletak di Desa Balai Pinang Hulu, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada 9 Agustus 2022.

"Kejadian bermula saat anggota Polsek Simpang Hulu melakukan pengecekan titik koordinat hotspot yang terpantau melalui aplikasi Lapan," kata Anton, Kamis 25 Agustus 2022.

Sesampainya di lokasi hotspot, lanjut Anton, petugas mendapati sekitar 0,2 hektar lahan sudah dalam keadaan terbakar, dengan beberapa barang bukti berupa susunan kayu yang sengaja disiapkan untuk bahan bakar dan sebuah korek api gas.

"Setelah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, Petugas mengamankan pelaku berinisial JU (55), oknum warga setempat yang diduga telah melakukan pembakaran lahan dengan sengaja," ujarnya.

Polres Ketapang Gelar Konferensi Pers Sampaikan Penanganan Kasus Karhutla dan Narkoba

Sementara untuk kasus kedua, terjadi di Desa Danau Buntar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Senin 15 Agustus 2022.

"Kejadian bermula saat petugas Polsek Kendawangan menerima informasi dari warga setempat terkait adanya lahan yang terbakar di lokasi yang telah disebutkan," jelasnya.

Saat dilakukan pengecekan di lapangan, petugas menemukan satu orang pelaku MU (42) sedang membakar lahan dengan luasan lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektar.

"Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti di lokasi lahan terbakar yaitu dua buah batang pohon yang dibakar dengan sengaja sebagai bahan bakar, serta satu buah korek api gas merek tokai," tandasnya.

Akibat perbuatannya, untuk dua terduga pelaku diancam dengan pasal 108 jo pasal 69 ayat 1 huruf H Undang - undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup atau pasal 188 KUH Pidana dan atau pasal 187 KUH Pidana.

"Sampai saat ini, Polres Ketapang sudah menangani total 4 kasus tindak pidana kebakaran hutan dan lahan sebagai bentuk komitmen kami dalam penegakan hukum terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP M. Yasin menghimbau kepada warga masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara membakar.

Namun, jika ada warga yang tetap ingin membuka lahan, kata Yasin, warga diharapkan dapat memahami aturan yakni yang tertuang dalam Pergub Kalbar nomor 103 tahun 2020 mengenai pembukaan areal lahan pertanian berbasis kearifan lokal.

"Di situ ada beberapa syarat nya seperti maksimal luas lahan 2 hektar dan tidak merambat ke luar areal kebun. Dan yang paling penting itu, seperti yang tidak dilakukan oleh dua terduga pelaku itu yakni tidak melapor ke desa atau pihak terkait lainnya," jelas Yasin. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved