Penen Padi di Singaraya Semparuk, Satono: Dukung Peningkatan Indeks Pertanian di Sambas

Dia berujar cara paling efektif adalah melalui optimalisasi lahan seperti pengelolaan tanah dan unsur hara secara terpadu serta penggunaan benih denga

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
H Satono saat memanen padi Inpari 32 milik Gapoktan Fajar Sejahtera di Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Selasa 23 Agustus 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas H Satono mengatakan, upaya meningkatkan Indeks Pertanaman di setiap wilayah bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Dia berujar cara paling efektif adalah melalui optimalisasi lahan seperti pengelolaan tanah dan unsur hara secara terpadu serta penggunaan benih dengan usia genjah 105-124 hari.

"Di demplot Desa Singaraya ini kita menanam benih varietas unggul jenis Inpari 32 yang mana karakteristik benih tersebut adalah masa tanam hingga panennya yang genjah dan hasil yang lumayan. Usia padi yang genjah tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman di lahan yang sama," katanya, Selasa 23 Agustus 2022.

Bupati Sambas Satono Panen Raya di Semparuk, Yakin Produktifitas Padi Sambas Kian Meningkat

Bupati Sambas, H Satono, mengikuti panen raya padi Inpari 32 milik Gapoktan Fajar Sejahtera di Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Selasa 23 Agustus 2022.

Panen raya tersebut dalam rangka mendukung program optimalisasi peningkatan Indeks Pertanaman dari Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa 23 Agustus 2022.

"Program peningkatan Indeks Pertanaman dilakukan dalam rangka peningkatan produksi padi di Kabupaten Sambas, menuju swasembada pangan yang berkelanjutan dengan mencapai target rata-rata masa tanam per tahun di lahan yang sama," jelas Satono.

Dia menjelaskan, sebagai besar masyarakat Kabupaten Sambas berprofesi sebagai petani, lebih dari 70 persen masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya melakukan penguatan dan penajaman untuk meningkatkan produktivitas di sektor tersebut.

"Wajar jika Kabupaten Sambas adalah lumbung pangan bagi Provinsi Kalimantan Barat. Harapan saya ke depan, produktivitas hasil panen padi meningkat. Tentu untuk mencapainya harus didukung oleh pemerintah. Saya sudah minta ke Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat untuk membantu dengan memberi atensi lebih kepada Kabupaten Sambas," katanya.

Atensi lebih untuk Kabupaten Sambas maksud Satono, adalah memberikan bantuan bibit unggul, program irigasi yang berkelanjutan, dan menjaga ketersediaan pupuk subsidi.

"Saya optimis jika semua itu terpenuhi, Kabupaten Sambas tidak hanya menjadi 25 persen penyumbang pangan bagi Provinsi Kalimantan Barat tapi bisa meningkat menjadi 30-40 persen. Ini akan berhasil jika kita bisa membangun sebuah kolaborasi yang baik, bersinergi antar semua elemen masyarakat," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved