Cegah Terjadinya Karhutla, Kasat Binmas Polres Singkawang Sampaikan Penyuluhan Lewat Radio

Mari sama-sama kita menjaga hutan kita sebab hutan Kalimantan adalah paru- paru dunia

Editor: Jamadin
Dok. Polres Singkawang
Kasat Binmas IPTU Supiyanto bersama KBO IPTU Indah Sri Wilujeng dan IPTU Tri Suwarna melaksanakan penyuluhan melalui media Elektronik Radio RAPENSI Singkawang, Senin 22 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sihumas Kasatgas Preemtif Polres Singkawang Iptu Supianto Pimpin Kegiatan Penyuluhan kepada masyarakat Kota Singkawang, Melalui Media Elektronik Radio Rapensi Singkawang beralamat di Jalan Alianyang Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang, Senin 22 Agustus 2022

Satuan bimbingan masyarakat (Satbinmas) Polres Singkawang, dan Personel Bhabinkamtibmas terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang larangan pembakaran hutan dan lahan ( Karhutla), terlebih lagi saat ini masih dalam kegiatan Operasi Bina Karuna Kapuas tahap II tahun 2022.

Memasuki hari ke-4 Operasi bina karuna kapuas, Kasat Binmas IPTU Supiyanto bersama KBO IPTU Indah Sri Wilujeng dan IPTU Tri Suwarna melaksanakan penyuluhan melalui media Elektronik Radio RAPENSI Singkawang.

" Kami dari Polres Singkawang menyampaikan himbauan tentang larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla), dikarenakan dapat menimbulkan banyak dampak negatif dapat merusak ekosistem dan lingkungan, menimbulkan kabut asap yang dapat menyebabkan penyakit ISPA (Isfeksi saluran pernapasan), selain itu juga bisa mengganggu Jarak pandang sehingga membahayakan lalu lintas baik darat, laut dan dunia penerbangan," tuturnya

Kasat Binmas Polres Singkawang Iptu Supianto juga membacakan maklumat Kapolda Kalbar tentang larangan pembakaran hutan dan lahan, serta menyampaikan sanksi pidana terhadap Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan yang dapat diancam dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal  Rp10 miliar.

“Melalui siaran radio ini, diharapkan informasi pelaksanaan operasi Bina Karuna Kapuas tahap II tahun 2022 bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan koorporasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Sehingga tidak membuka kebun atau lahan dengan cara membakar. Mari sama-sama kita menjaga hutan kita sebab hutan Kalimantan adalah paru- paru dunia ” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved