Tekan Angka Pengangguran, Disnakertrans Kalbar Terus Berupaya Tingkatkan Kualitas Calon Tenaga Kerja

Selain itu untuk meningkatkan kualitas para pencari lapangan kerja guna memperbesar peluang untuk mendapatkan pekerjaan, saat ini Disnaker terus melak

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Sejumlah remaja ngamen di traffic light kawasan persimpangan Jalan Tanjung Raya II-Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (3/9/2018) sore. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Kota Pontianak menunjukkan angkatan kerja mencapai 252.772 orang, dari jumlah angkatan kerja tersebut, terdapat 23.862 orang yang menganggur di Kota Pontianak saat ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Angka kemiskinan di Kalbar masih berada di 6,7 persen dari total jumlah penduduk. Angka ini menunjukkan masih banyak warga Kalbar yang berpenghasilan rendah.

Salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan ini adalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup, sehingga angka pengangguran dapat di tekan.

Menanggapi hali itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalbar Drs H Manto MSi mengatakan bahwa hal ini membutuhkan partisipasi seluruh elemen kepemerintahan maupun swasta.

Sebab dengan demikianlah jumlah lapangan pekerjaan di Kalbar ini akan tercukupi sesuai kebutuhan.

"Peningkatan lapangan kerja pada prinsipnya dimulai dari masing-masing sektor. Dinas pertanian citpakan lapangan pertanian, dinas indutri ciptakan lapangan kerja di industri dan pabrik, dinas koperasi UKM ciptkan lapangan kerja baru di koperasi dan UKM, dst," ucap Manto. Senin, 22 Agustus 2022.

Oleh karenanya Disnaker saat ini terus berupaya untuk mempertemukan para pencari lapangan kerja dengan sektor-sektor tersebut di atas.

"Disnaker pertemukan pencari kerja dengan pelaku usaha di sektor-sektor tadi. Ada dengan pola job fair, ada pola magang," ucapnya.

Selain itu untuk meningkatkan kualitas para pencari lapangan kerja guna memperbesar peluang untuk mendapatkan pekerjaan, saat ini Disnaker terus melakukan program-program pelatihan dan sertifikasi kepada para pencari kerja.

Atasi Kemiskinan Ekstrem Jangan Hanya Lewat Bantuan Sosial, Perlu Juga Adanya Solusi yang Relevan.

"Untuk meningkatkan peluang pencari kerja mendapat pekerjaan, dilakukan pelatihan dan sertifikasi," jelasnya.

Manto juga mengatakan Kondisi kesejahteraan masyarakat Kalbar berdasarkan perkembangan indikator ketenagakerjaan pada triwulan I 2022 menunjukkan
adanya perbaikan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalbar pada bulan Februari 2022 tercatat sebesar 4,86 persen, menurun dibandingkan dengan bulan Agustus 2021 yang sebesar 5,82%.

Salah satu pemicu penurunan TPT ini adalah mulai meredanya kasus covid -19 sehingga mobilitas masyarakat mengalami pelonggaran.

"Tingkat ketersediaan lapangan kerja yang ditunjukkan oleh angka pengangguran terbuka 4,86%, menurun dibandingkan tahun lalu yang masih diatas 5%," ucapnya.

Kemudian terkait dengan ketersediaan lapangan kerja untuk para kalangan muda dan fresh graduate, ia mengatakan belun semuanya terakomodir oleh lapangan kerja yang baru.

Untuk itu ia meminta kepada para fresh graduate atau kalangan muda yang baru menyelesaikan studinya ini, agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk membantu menekan angka pengangguran.

"Belum semua fresh graduate terakomodir lapangan kerja baru. Mereka mesti menjadi pembuka lapangan kerja baru di bidang ekonomi kreatif," ucapnya.

Ia juga mengatakan sejauh ini pihak perusahaan-perusahan swasta sejauh ini telah cukup berpartisipasi dengan baik dalam membantu penyerapan tenaga kerja baru sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing.

"Mereka berpartisipasi dengan baik, sesuai kebutuhan perusahaan," tutupnya kepada Tribun Pontianak. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved