Doa Katolik

Mengenal Ordo Kapusin Pontianak dan Karya Misi Bagi Gereja Katolik di Kalimantan Barat

Sejarah Ordo Kapusin Propinsi Pontianak tidak dapat dilukiskan tanpa kaitannya dengan pendirian Keuskupan Agung Pontianak.

http://katedralsantoyosefpontianak.com/
Gereja Katedral Pontianak Santo Yosef pada tahun 1990. Sejarah Ordo Kapusin Propinsi Pontianak tidak dapat dilukiskan tanpa kaitannya dengan pendirian Keuskupan Agung Pontianak. 

Oleh karena itu, para misionaris mendirikan lembaga-lembaga pendidikan untuk menarik kaum muda.

Lembaga-lembaga pendidikan itu antara lain: Sekolah Pertukangan di Singkawang tahun 1913, Pusat Pendidikan di Nyarungkop pada tahun 1913, dan Sekolah Pertukangan di Pontianak pada tahun 1928.

Sekolah-sekolah ini pada akhirnya menghasilkan tokoh-tokoh Gereja di Kalimantan Barat.

Pulau Kalimantan adalah daerah misi yang terbesar, sebab itu pada tahun 1925, Wilayah Sintang diserahkan ke Serikat Maria Montfortan (SMM).

Pada tahun 1926 misi Kapusin di Kalimantan Timur diserahkan kepada Kongregasi MSF dan sesudah penjajahan Jepang, karya misi di Ketapang diserahkan kepada Kongregasi Passionis.

Pada waktu itu, Mgr. Pacificus Boos OFMCap adalah Prefect Apostolic yang kemudian menjadi Vicaris Apostilic pertama.

Ketika dia sakit, dia digantikan oleh Mgr. Tarcicius Van Valenberg OFMCap.

Pada Tahun 1942-1945, semua misionaris di Kalimantan Barat dipenjara di Kuching- Sarawak, Malaysia oleh penjajah Jepang.

Setelah selesai masa penjajahan, pada tahun 1957, Mgr. Herkulanus Van den Berg OFMCap menggantikan Mgr. Tarcicius OFMCap.

Pada tahun yang sama, tiba di Kalimantan Barat tiga orang Misionaris Kapusin dari Swiss, yakni: Pater Franz Xaver Brantschen OFMCap, Pater Ewald Beck OFMCap, Pater Rene Roscy OFMCap.

Sementara itu para kapusin dari Propinsi Belanda melaksanakan karya misi mereka di Tanzania.

Ini disebabkan karena para misionaris dari Belanda tidak lagi diijinkan masuk di Indonesia oleh Pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1934, Fr. Pacifikus Bong OFMCap, Kapusin Indonesia pertama ditahbiskan sebagai seorang imam.

Tahun 1966 menyusul Fr. Matheus Sanding OFMCap menerima tahbisan imamat dan tahun 1967 Fr. Hieronymus Bumbun OFMCap juga ditahbiskan menjadi imam.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved