Apindo Kalbar Nilai Kehadiran Komoditas Alternatif Beri Tekanan Terhadap Harga Minyak Sawit

Menurutnya, Indonesia harus mempunyai program guna mengantisipasi rendahnya permintaan sawit Internasional. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/File Tribun
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pontianak, Andreas Acui Simanjaya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat Andreas Acui Simanjaya menilai munculnya Komoditas Alternatif, akan berdampak pada permintaan pasar internasional untuk minyak dari sawit, 19 Agustus 2022.

"Masuknya minyak Kedelai, minyak Bunga Matahari serta minyak Kanola sebagai komoditas alternatif tentunya memberikan tekanan tersendiri pada permintaan pasar internasional untuk minyak dari sawit," Kata Andreas Acui Simanjaya Ketua Apindo

Menurutnya, Indonesia harus mempunyai program guna mengantisipasi rendahnya permintaan sawit Internasional. 

Kenaikan Harga Sawit Setelah Beberapa Bulan Anjlok

"Untuk itu Indonesia selaku produsen Sawit terbesar di Dunia harus punya program antisipasi sejak awal, penggunaan untuk Biodiesel harus ditingkatkan dan juga berbagai variasi produk lainnya, " Ujarnya. 

Ia juga mengatakan terhambatnya penjualan CPO ke luar Negeri karena menurunnya permintaan dan juga harga jual yang rendah menyebabkan tangki penampungan minyak di perusahaan pengolahan sawit menjadi penuh yang mengakibatkan menurunnya atau bahkan terhentinya pembelian TBS dari petani. 

Selain itu menurutnya, Komoditas Sawit kedepannya juga akan mengalami tantangan baru dengan rencana India untuk membuka kebun Sawit guna memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri nantinya. 

"Empat tahun ke depan akan ada banyak penyesuaian baru dari kita sebagai produsen Sawit terbesar di dunia terhadap kemungkinan hilangnya pasar CPO dari India, sebagaimana kita ketahui bersama India dan Tiongkok merupakan konsumen utama CPO, " Katanya. 

"Tingginya harga CPO belakangan ini membuat beban impor India membengkak, dan menjadi salah satu pemicu inflasi dalam negeri nya, " Tambahnya. 

Selain itu ia juga mengatakan adanya sokongan teknologi diharapkan mampu untuk meningkatkan penggunaan minyak hasil sawit

"Input teknologi dalam hal ini sangat penting untuk meningkatkan penggunaan minyak hasil sawit di samping juga tetap harus ada rencana dan regulasi pemerintah Indonesia yang baik untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri dengan harga yang terjangkau masyarakat," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved