Kadiskes Kalbar Nilai Kecendrungan Pendonor Darah Berkurang Saat Jelang Hari Keagamaan

Hal itu tentu dikarenakan masyarakat sedang sibuk menyiapkan diri untuk menyambut hari keagamaan masing-masing seperti di bulan puasa menjelang lebara

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar usai acara donor darah yang digelar TIM PKK Provinsi dalam rangka HUT Ke-77 RI, di Sekretariat PKK Provinsi Kalbar, Kamis 18 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harry Agung Tjahyadi mengatakan biasanya menjelang hari besar keagamaan minat pendonor darah tidak seperti hari biasanya. 

Hal itu tentu dikarenakan masyarakat sedang sibuk menyiapkan diri untuk menyambut hari keagamaan masing-masing seperti di bulan puasa menjelang lebaran, natal dan tahun baru.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri acara donor darah yang digelar TIM PKK Provinsi dalam rangka HUT Ke 77 Republik Indonesia, di Sekretariat PKK Provinsi Kalbar, Kamis 18 Agustus  2022. 

Beri Sumbangsih dalam Ilmu Pengetahuan, Balitbang Kalbar Selenggarakan Bedah Buku

Ia menjelaskan dalam pelayanan darah memang faktor utama adalah pendonornya, selain pengelolaan darah yang kemudian untuk disupport ke rumah sakit salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI). 

Dimana diketahui PMI sendiri tersebar di kabupaten kota, tapi di rumah sakit biasanya ada yang disebut Bank Darah untuk memfasilitasi bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya.

“Artinya itu sebagai upaya percepatan dalam penanganan pasien yang membutuhkan darah,tapi sekali lagi yang jadi masalah utama adalah pendonornya,”ujar Hary.

Dikatakannya Pendonor darah ini kedepan harus dikelola dengan baik. Sehingga tidak hanya kaitannya dengan acara seremonial, tapi sifatnya berkala. 

Sehingga para pendonor sudah ada jadwal berkala saat akan memberikan darahnya baik melalui PMI, maupun Bank darah di RS.

“Sebenarnya banyak yang mau donor darah,  dengan kecukupan darah dalam setahun yang jadi masalah hanya di bulan puasa jelang lebaran dan natal,” ujarnya.

Lanjutnya mengatakan pada kondisi itulah yang tidak konsisten. Berbeda dengan kondisi hari-hari biasanya. 

“Jadi antara suplay dan kebutuhan terpenuhi hanya saja kesulitan masyarakat ketika bulan puasa dan natal, tahun baru karena masyarakat masih konsen pada hari besar. Kondisi ini yang harus dikondisikan maka dari itu perlu pendonor darah berkala,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved