Reza Dwi Fitra Mahasiswa Untan Ingin Kenalkan Lebih Luas Karya Tari dan Musik Khas Singkawang

Hal inilah yang melandasi Reza untuk mengajukan proposal kepada Kemendikbud dan LPDP lewat program Dana Abadi Kebudayaan.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. Reza Dwi Fitra.
Reza Dwi Fitra, Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak dari Program Study (Prodi) Seni asal Kota Singkawang Kalimantan Barat, Reza Dwi Fitra berswafoto di Studio Seni Djagad Karja Pontianak. /Istimewa/Dok. Reza Dwi Fitra. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Keinginan kuat untuk memperkenalkan lebih luas kebudayaan khas dari tempat asalnya membuat Reza Dwi Fitra, Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak dari Program Study (Prodi) Seni asal Kota Singkawang Kalimantan Barat ini berhasil terpilih sebagai penerima manfaat program Dana Abadi Kebudayaan dari Kemendikbud dan LPDP.

Proposal berjudul "Gelar karya seni tari dan musik daerah Kalimantan barat" milik Reza ini mengangkat tentang sosok Seniman terkenal asal Kota Singkawang, Roosdiana Ramli yang kesulitan dalam mempromosikan budaya kearifan lokal dari Kota Singkawang ke masyarakat luas.

Menurut penuturan Reza, Roosdiana Ramli adalah seorang seniman yang sudah hampir 27 tahun berkutat di bidang seni khususnya karya tari dan musik.

Kurangnya fasilitas pendukung, Reza katakan, menjadi kendala utama bagi Roosdiana untuk menyebarluaskan karya-karya seni tari dan musik khas Kota Singkawang ini.

Kejaksaan Tangani Aduan Dugaan Indikasi Korupsi dan Mafia Tanah di Kota Singkawang

Terlebih di zaman globalisasi dengan perkembangan teknologi yang semangkin maju, justru membuat seniman kesulitan untuk bersaing dalam berkarya.

Tak hanya sampai disitu saja, pemuda yang sedang dalam masa-masa smester akhir di kampusnya ini menilai perkembangan seni Tari dan Musik di Kalimantan Barat ini juga belum dapat dikatakan maju.

Hal ini berbanding terbalik dengan seni Tari dan Musik di daerah lain seperti di Jawa, Sumatra dan daerah lainnya di Indonesia yang terus mengalami kemajuan.

Reza menilai, hal ini terjadi dikarenakan minimnya perkembangan dukungan dan proses kreatif dalam pengolahan kesenian Pertunjukan di Kalimantan Barat.

"Ini menambah paradigma apakah seni tari dan musik di Kalbar menutup diri? atau malah mirisnya tari dan musik di daerah kita yang sudah 'sepi peminat'?," kata Reza, Minggu 14 Agustus 2022.

Di era modern dengan gaya hidup modern yang sangat mengkhawatirkan, lanjut Reza, kesenian khususnya seni tari dan musik di Kalimantan Barat cukup sulit untuk mendapatkan ruang apresiasi.

Ditambah lagi, kalangan muda penerus bangsa saat ini sudah sangat sedikit yang tertarik dengan seni tari dan musik.

Hal inilah yang melandasi Reza untuk mengajukan proposal kepada Kemendikbud dan LPDP lewat program Dana Abadi Kebudayaan.

Dengan dana yang diberikan oleh Kemendikbud dan LPDP ini, Reza ingin menyediakan panggung bagi seniman di Kota Singkawang dengan menggelar pentas seni.

"Saya ingin menggelar dan mengangkat kembali karya tari dan musik yang pernah di garap oleh Roosdiana Ramli Sebagai pengusul yang pernah mendapat prestasi di tingkat Daerah, Nasional dan Iternasional," katanya.

Pertunjukan-pertunjukan karya seni khas Kota Singkawang yang akan digelar di Kota Singkawang ini, ia katakan, akan dipromosikan ke seluruh penjuru negeri sehingga bisa diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved