Ketua POPTI Kalbar Apresiasi Pengukuhan Pertama Duta Thalasemia di Provinsi Kalbar

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Thalasemia Pusat sekaligus  Presiden  Asean Thalassemia Federation (ATF),Ruswandi yang berlangsung di Pendopo Gubernur

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Thalasemia Pusat sekaligus Presiden Asean Thalassemia Federation (ATF),Ruswandi yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Kamis 11 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalasemia (POPTI) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari  mengucapkan selamat dan suskes atas dikukuhnya Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar, Lismaryani Sutarmidji sebagai Duta Thalasemia Provinsi Kalimantan Barat periode 2022-2025.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Thalasemia Pusat sekaligus  Presiden  Asean Thalassemia Federation (ATF),Ruswandi yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Kamis 11 Agustus 2022. 

Pada acara pengukuhan tersebut, dalam sambutan Ketua Thalasemia Pusat sekaligus  Presiden  Asean Thalassemia Federation (ATF) menyampaikan langsung ucapan terima kasih kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji atas perhatian dan kepedulian yang telah diberikan kepada para penyandang thalasemia di Kalbar. 

Baca juga: Sutarmidji Inginkan Tiap Penyandang Thalasemia di Kalbar Miliki 20 Pendonor Tetap

Ketua Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalasemia (POPTI) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari menyampaikan selama ini bantuan yang telah diberikan Gubernur Kalbar mulai dari memfasilitasi tempat perawatan bagi penyandang thalasemia yang kini sudah dianggap menjadi rumah kedua, dan tidak lagi menjadi rumah sakit . 

Para penyandang thalasemia diberikan ruangan khusus untuk melakukan transfutasi darah yang rutin dilakukan setiap bulannya di RSUD Soedarso Pontianak. 

Kemudian bantuan obat-obatan yang tidak tercover di BPJS, termasuk Filter blood untuk penyaring darah supaya anak -anak yang selesai transfusi tidak alergi.

“Karena biasanya habir transfusi darah mengakibatkan alergi bahkan sampai sesak, tapi dengan sudah bantuan alat itu anak-anak ini sudah jarang demam bahkan sesak,”jelas Windy.

Kalbar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan  Duta Thalasemi. Diharapkan kedepan dapat menurunkan jumlah penyandang thalasemi mayor. 

Dimana Thalasemia ini ada tiga jenis yakni minor, intermedia, mayor. Thalasemia Minor itu sendiri dibawa dari gen, dan secara klinis tidak akan diketahui kalau misalnya yang bersangkutan adalah penderita thalasemia minor. 

“Tapi jangan sampai menikah antara sesama penyandang talasemia minor , kemungkinan 50 persen akan thalasemia mayor,”jelas Windy.

Dari 215 penyandang thalasemia di Kalbar, dikatakannya di dominanasi oleh penyandang thalasemia mayor,  karena sudah ditangani transfusi satu bulan atau tiga minggu sekali. 

Dikatakannya untuk Layanan anak thalasemia ini kalau di tempat lain sudah terpusat oleh POPTI.  Hanya  yang dapat penghargaan inovasi hanya di Kalbar yakni “one day care” jadi setelah transfusi boleh pulang.

Lalu masuk dalam penghargaan Menpan RB yakni Inovasi SiDoremi, aplikasi yang disiapkan untuk pendonor darah tetap dari sahabat thalasemia untuk penyandang thalasemia.

“Jadi sebelum skrining kita gencarkan sosialisasi mulai dari sekolah dan perguruan tinggi, dan sudah ada program dengan Diskes untuk sosialisasi ke perguruan tinggi,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved