Kabar Duka! Satu Jamaah Haji Asal Kalbar yang Dirawat di Batam Meninggal Dunia

Dua hari lalu kondisi jamaah Raden Roro melemah dan dibawa ke klinik asrama karena tidak membaik dirujuk ke RSUD Sekupang. Ia juga sempat dirawat

Tayang:
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Raden Roro Siti Nurini (63) semasa hidup duduk di kursi roda ditemani petugas saat berada di Mekkah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah mengkonfirmasi 1 jamaah asal Kalbar yaitu Raden Roro Siti Nurini (63) yang masih dirawat di RSUD Sekupang Batam, Sub Kordinator Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Kanwil Kemenag Kalbar, M Ma’shum Ahmadi mengabarkan bahwa jamaah tersebut meninggal dunia.

"Ibu Roro sudah meninggal. Saya bersama 2 orang dari kemenag Kalbar baru sampai Batam," ujar Ahmadi saat dihubungi Tribunpontianak Rabu 10 Agustus 2022.

Dua hari lalu kondisi jamaah Raden Roro melemah dan dibawa ke klinik asrama karena tidak membaik dirujuk ke RSUD Sekupang. Ia juga sempat dirawat di RS Saudi Arabia.

Raden Roro Siti Nurini merupakan jamaah asal Kota Pontianak. Ia didiagnosa hipertensi dan kelainan metabolisme lipoprotein.

Bupati Dadi Sunarya Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Melawi

Jamaah lantaran sakit masuk dalam kloter BTH 12 dari Madinah menuju Batam. Rencananya ia akan di ct scan di kepala oleh dokter karena indikasi pasca stroke yang kedua jamaah ini kehilangan kesadaran dan ada riwayat hipertensi.

Ahmadi mengatakan pada jam 07.00 Wib, oleh tim mengecek keadaan umum didapat keadaan menurun.

"Dipanggil tidak bisa menjawab kemudian meminta KKP untuk datang memeriksa keadaan umum dimana keadaan umum semakin melemah dilakukan tindakan sudah maksimal," ujarnya mengurai kronologi.

Setelah itu tim menghubungi keluarga menginformasikan keadaan almahumah. Pada jam 09.00 WIB, keadaan menurun kembali  dari KKP dan Tim almahumah di larikan ke rumah sakit.

Namun, dalam perjalan menuju rumah sakit kata Ahmadi di dalam mobil almahumah sempat detak jantungnya sempat berhenti dan dilakukan tindakan dari KKP jantung dan nadi kembali normal.

Setiba di rumah sakit, langsung di tangani oleh tim dokter rumah sakit dengan napas, nadi dan jantung normal semua.

Tepat jam 15.00 WIB rencana akan di lakukan CT scan namun dibatalkan karena keadaan umum semakin memburuk.

Jam 15.23 WIB, tim dokter melakukan tindakan untuk memeriksa detak jantung. Tim kemenang pun kata Ahmadi menghubungi keluarga kembali menginfokan keadaan semakin menurun.

"Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Tim yang terbaik bagi almahumah. Jam 15.25 setelah ada persetujuan dilakukan RJP ada respon dan kemudian kembali menurun lagi dan jam 15.33 dinyatakan meninggal dunia dari pihak dokter," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved