Petani Daun Kratom di Kapuas Hulu Dukung Gubernur Kalbar Perjuangkan Nasib Daun Kratom

"Saya mengapresiasi perjuangan pak gubernur, diharapkan masa pengelolaan daun kratom bisa panjang selamanya, tak jadi dilarang," ujarnya kepada Tribun

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Daun Kratom di Putussibau yang sudah siap dipanen, Selasa 9 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Petani daun kratom di Kapuas Hulu sangat mendukung Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, yang terus memperjuangkan terkait legalitas daun kratom di Kalbar.

Dimana Gubernur Kalbar Sutarmidji, membantu status di akunnya Instagram, pada Senin 8 Agustus 2022, menyatakan, Alhamdulillah masalah daun kratom ada titik terang untuk terus jadi komoditi yang bernilai ekonomi. Saya akan terus berupaya agar rencana pelarangan tahun 2023 tidak diwujudkan. Atur penjualannya melalui tata niaga, atau cara lain supaya terkontrol.

Seorang petani daun kratom di Putussibau, Sono, menyatakan dirinya sudah membaca status Instagram gubernur Kalbar.

"Saya mengapresiasi perjuangan pak gubernur, diharapkan masa pengelolaan daun kratom bisa panjang selamanya, tak jadi dilarang," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 9 Agustus 2022.

Dijelaskan Sono, saat ini harga jual daun kratom di Kapuas Hulu sangat murah kalau di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Satgas 3 Ops Aman Nusa II Kapuas Polres Kapuas Hulu Sosialisasikan Prokes kepada Warga

"Sekarang hanya tembus belasan ribu saja (remahan) kalau hanya daun saja hanya 4 ribu sampai 5 ribu perkilogram," ungkapnya.

Warga lainnya, Udin, menyatakan saat ini dirinya tidak terlalu semangat lagi menanam daun kratom, karena harga tak sesuai dengan harapan dan modal ketika menanam daun kratom.

"Memang saya masih jualan daun kratom secara remahan saja, harganya ke kami hanya belasan ribu, ya untuk makan sehari-hari, namun diharapkan agar harga daun kratom kembali normal seperti biasanya," ujarnya.

Maka dari itu, Udin, sangat mendukung Gubernur Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya memperjuangkan petani daun kratom khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Semoga masa panjang daun kratom masih lama, sehingga kami bisa kembali menambah dan mengelola daun kratom untuk pertumbuhan ekonomi kami," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved