Polda Kalbar Tangkap Pengelola SPBU yang Menyuplai BBM Subsidi ke Penambang Emas Tanpa Izin (PETI)

Dua tersangka yang diamankan yakni W pengelola SPBU di Kabupaten Ketapang kemudian A penampungan BBM ilegal di Kabupaten Landak.

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Konferensi Pers Penangkapan 2 orang penyuplai BBM Ilegal ke para penambang Emas Tanpa izin di Kalbar oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar, Senin 8 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat mengamankan seorang pengelola SPBU di Kabupaten Ketapang dan Pengepul BBM Ilegal di Kabupaten Landak yang menyokong Penambangan Emas Tanpa Izin di Kalimantan Barat.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya saat konferensi pers di halaman Kantor Ditreskrimsus Polda Kalbar, Senin 8 Agustus 2022.

Dua tersangka yang diamankan yakni W pengelola SPBU di Kabupaten Ketapang kemudian A penampungan BBM ilegal di Kabupaten Landak.

Pertamina Berikan Apresiasi Kepada Konsumen BBM Berkualitas

"Ini merupakan hasil pengembangan dari kasus Penambangan Emas tanpa izin di Kalbar, salah satunya adalah peredaran BBM Subsidi tanpa izin," ujarnya.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar, Kompol Yasir Ahmadi menambahkan bahwa W pengelola SPBU di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang menjual BBM Solar Subsidi diatas harga eceran tertinggi untuk digunakan penambang emas tanpa izin.

"Kemudian, Inisial A ini penampungan BBM di Kabupaten Landak, setelah mendapat BBM Bersubsidi, dia menjual ke para penambang PETI untuk mengoperasikan mesin-mesin di lokasi," jelasnya.

Tersangka A dijelaskan oleh Kompol Yasir mamiliki tempat penampungan BBM berkapasitas 2 Ton, dan dijual kepada para penambang 11 ribu hingga 12 ribu rupiah per liter.

Sementara tersangka W di Kabupaten Ketapang tersebut, dalam sekali kedatangan Suplai dari Pertamina bisa menjual BBM bersubsidi untuk menyuplai PETI 2 hingga 3 ton, dengan harga jauh diatas BBM bersubsidi.

Sepanjang tahun 2022 dari Januari hingga Juli Polda Kalbar telah menangani 23 Kasus di 10 TKP berbeda.

Dari jumlah tersebut Polda mengamankan 75 orang sebagai tersangka yang terdiri dari Pekerja tambang, pengangkut, penampung, pengolah dan pemodal.

Selain itu, Kepolisian juga menyita 68,9 Kg Emas, 470 juta rupiah uang tunai, 11 unit alat berat jenis Eksavator.

Kepada para tersangka Peti khususnya pemodal, ditegaskan Kabid Humas pihaknya tidak hanya menjerat dengan pasal penambangan emas tanpa izin, namun juga dengan pasal pencucian uang. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved