Pimpin Rembuk Stunting, Bupati Sanggau Minta Semua Pihak Bergerak Turunkan Angka Stunting 

Bupati Sanggau, Paolus Hadi meminta semua pihak bergerak dalam menurunkan angka stunting, jangan lagi banyak seremonial.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Bupati Sanggau Paolus Hadi saat foto bersama usai rembuk stunting Kabupaten Sanggau tahun 2022 di Aula Hotel Garden Palace Sanggau, Kalbar, Senin 8 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi membuka kegiatan rembuk stunting Kabupaten Sanggau tahun 2022 di Aula Hotel Garden Palace Sanggau, Kalbar, Senin 8 Agustus 2022. Kegiatan digelar secara online dan offline. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi meminta semua pihak bergerak dalam menurunkan angka stunting, jangan lagi banyak seremonial.

"Kami dari Pemerintah daerah berperan menganggarkan melalui APBD apa yang dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting,"katanya, Senin 8 Agustus 2022.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Terima Senpi Rakitan Jenis Lantak Dari Warga Sanggau

Selain itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu juga meminta kepada pimpinan perusahaan atau pimpinan Bank yang ada di Kabupaten Sanggau untuk membantu menurunkan stunting.

"Jangan sampai ada di lingkungan perusahaan anak-anak yang stunting. Saya minta pedulilah dengan lingkungan dimana anda bekerja, CSR nya dorong untuk percepatan penurunan stunting," katanya, Senin 8 Agustus 2022.

PH sapaan akrabnya juga menyampaikan data stunting tahun 2021 yang tercatat 26 persen, sementara stunting per 31 Juli 2022 tercatat 18,45 persen.

Data ini adalah data sementara yang baru terentry sebesar 50,58 persen.

"Setiap tahun kita lakukan atensi penurunan stunting, dari 163 desa dan 6 Kelurahan semuanya ada kasus stunting,"tuturnya.

PH menargetkan di tahun 2022, angka stunting turun 4 persen menjadi 22 persen.

"Yang menjadi pertanyaan mampu tidak kita menurunkan angka stunting. Kalau tidak mampu berarti ada masalah, ini yang kita bahas pada rembuk kali ini. Supaya mampu menurunkan angka stunting, semua pihak harus bergerak bersama," ujarnya.

Dirinya juga mengaku merasa aneh dimana angka stunting di Kabupaten Sanggau masih tercatat tinggi, padahal angka kemiskinan terendah di Kalbar yakni hanya 4 persen.

"Apa masalahnya. Uangnya habis untuk beli motor kah, bukan untuk beli makanan bergizi untuk anak-anaknya, bisa juga jadi. Ini yang harus dievaluasi, tantangan kita bagaimana kita bekerjasama menurunkan angka stunting ini," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved